Beirut, NARAYA Media – Keputusan Arab Saudi untuk melanjutkan impor produk Lebanon tak hanya memiliki signifikansi ekonomi. Tetapi juga makna politik yang penting bagi Lebanon dan dipandang sebagai sinyal dukungan. Demikian penjelasan dari Menteri Ekonomi Lebanon Amer Bisat.
“Keputusan ini mencerminkan dua hal. Di luar dampak ekonomi, keputusan ini memiliki signifikansi politik yang sangat penting. Gagasan bahwa Lebanon telah terpinggirkan dari dunia Arab tidak dapat diterima,” ujar Bisat, dalam keterangan dikutip dari Antara, Sabtu (13/6).
Keputusan ini dapat menandai awal kembalinya Lebanon ke ruang ekonomi Arab. Serta membuka peluang baru bagi produsen Lebanon.
Sebelumnya, pada Kamis (11/6), Arab Saudi mengumumkan pencabutan pembatasan impor dari Lebanon yang telah berlaku sejak April 2021.
Riyadh mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah konsultasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Juga mengingat langkah-langkah yang diambil oleh Beirut untuk memperketat kontrol ekspor dan memerangi penyelundupan.
Sebelum kebijakan pembatasan tersebut, negara-negara di kawasan Teluk menyumbang sekitar 45 persen dari ekspor pertanian Lebanon, dengan Arab Saudi tetap menjadi salah satu pasar terbesar bagi produsen Lebanon. (*)