Jakarta, NARAYA Media – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menempuh langkah sistematis untuk restrukturisasi atau perbaikan tata kelola BUMN, yang dimulai dengan memastikan data jumlah seluruh perusahaan secara akurat.
“Saat awal dihitung, angkanya berubah-ubah. Mulai dari 888, kemudian 900, 972, 1.000, hingga 1.077. Akhirnya sekarang kami sudah punya angka yang benar. Artinya, jumlah perusahaan BUMN saja kita tidak tahu,” kata Dony di Jakarta, Jumat (12/6).
Pendataan serta konsolidasi terpadu terhadap seluruh entitas perusahaan menjadi fondasi utama sebelum mengeksekusi restrukturisasi besar-besaran BUMN guna mengoptimalkan aset negara.
Setelah memegang data portofolio yang tervalidasi dengan baik, Dony menjelaskan agenda selanjutnya adalah melakukan restrukturisasi BUMN secara menyeluruh dan mendalam.
Ia menegaskan perbaikan tata kelola perusahaan pelat merah tidak boleh hanya terfokus pada penyelesaian masalah keuangan semata.
Krakatau Steel
Menurutnya, langkah restrukturisasi BUMN tidak sekadar tentang financial restructuring, melainkan harus secara beriringan dengan pelaksanaan business restructuring agar perusahaan benar-benar sehat hingga ke akar operasional dan model bisnisnya.
“Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” kata Dony.
Sebagai contoh konkret dari pendekatan komprehensif tersebut, Dony menyoroti proses perbaikan yang dilakukan pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Restrukturisasi pada perusahaan baja nasional itu dipastikan tidak hanya berpusat pada penataan ulang beban utang atau struktur pendanaannya, tetapi juga difokuskan pada perombakan model bisnis perusahaan agar kembali efisien, kompetitif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Langkah sistematis dan menyeluruh ini mampu membangkitkan BUMN yang tadinya merugi menjadi untung. Krakatau Steel yang untung sekitar Rp 5 triliun. (*)