Jakarta, NARAYA Media – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bergerak kilat, saat ini bukan lagi sekadar tren masa depan. Melainkan instrumen wajib penentu naik kelasnya sebuah bisnis.
Faizal Hermiansyah, teknologi AI, AI tren masa depan, DPP Gekrafs Faizal Hermiansyah, pengusaha muda Banten, HIPMI Banten, literasi digital, UMKM lokal, kecerdasan buatan,
Menanggapi hal tersebut, Wakil Korwil Indonesia Barat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Faizal Hermiansyah, menegaskan bahwa pengusaha muda di Banten harus menjadi garda terdepan dalam mengadopsi AI atau Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).
Tujuannya agar mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional. Adapun, lanskap dunia usaha di Provinsi Banten sedang bersiap menghadapi transformasi digital besar-besaran. Teknologi AI kini terbukti mendisrupsi berbagai lini industri dengan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya.
Faizal mengungkapkan bahwa lompatan teknologi AI ini harus disikapi secara agresif dan positif oleh para pelaku usaha makro maupun mikro di daerah.
Menurutnya, ketakutan akan digantikannya peran manusia oleh AI harus diubah menjadi strategi kolaborasi teknologi yang produktif.
“Perkembangan AI saat ini melesat sangat cepat. Kita tidak bisa lagi menutup mata. Bagi HIPMI Banten, fenomena ini adalah peluang emas untuk memotong kompas proses operasional bisnis agar jauh lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing global,” kata Faizal Hermiansyah yang juga berlatar belakang sebagai pelaku industri IT ini, kepada NARAYA Media, Kamis (6/8/2026).
Analisa Pasar
Sebagai nakhoda di bidang kaderisasi organisasi, Faizal menjelaskan bahwa penguatan kapasitas internal anggota menjadi fokus utama BPD HIPMI Banten.
Organisasi berkomitmen melahirkan wirausaha baru yang tangguh. Di mana, literasi digital dan penguasaan AI akan menjadi salah satu pilar materi dalam pelatihan serta pendidikan diklat pengusaha.
Sesuai visi besar kepengurusan BPD HIPMI Banten periode 2025ā2028 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Rifky Hermiansyah, kolaborasi antara pemanfaatan teknologi modern dan kearifan lokal (local wisdom) akan dipadukan demi mendongkrak perekonomian daerah.
“Kami di bidang OKK memastikan bahwa sistem kaderisasi kami akan melahirkan pengusaha yang tidak gagap teknologi,” tambah Faizal.
Menurutnya, AI dapat membantu UMKM lokal menganalisis pasar. Serta mengotomatisasi pemasaran, hingga meningkatkan kualitas produksi untuk target ekspor.
Melalui program-program taktis seperti Forum Bisnis Daerah (Forbisda) dan penguatan jaringan kelembagaan, HIPMI Banten terus membuka akses permodalan hingga mentorship. Termasuk adopsi teknologi bagi para anggotanya.
Langkah ini juga sejalan dengan dorongan Pemerintah Provinsi Banten yang berharap organisasi pengusaha muda ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital. Juga menekan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru berbasis inovasi.
Dengan komitmen kuat dari jajaran pengurus seperti Faizal Hermiansyah, para pengusaha muda di Banten optimistis tidak hanya menjadi penonton di era AI. Melainkan menjadi pemain utama yang sukses membawa produk lokal menembus pasar internasional. (*)