Amerika Serikat, NARAYAMedia.com – Pemerintahan Trump tidak senang dengan hubungan erat Ford dengan sejumlah perusahaan China, memicu kecaman keras dari Ford, yang terus menyebut dirinya sebagai “produsen otomotif paling Amerika”.
Tindakan saling balas pernyataan tersebut terjadi hanya beberapa waktu sebelum pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir bulan ini, sebagaimana dilaporkan laman Carscoops, Jumat (11/9) waktu setempat.
Dalam surat kepada CEO Ford Jim Farley tertanggal 3 September yang baru-baru ini dipublikasikan, Menteri Transportasi AS Sean P. Duffy menyampaikan “keprihatinan mendalam” mengenai “arah strategis Ford”.
Ia mengeklaim bahwa merek otomotif bersejarah tersebut “secara aktif mengaitkan masa depannya dengan perusahaan-perusahaan China yang didukung negara”.
Hubungan Ford dengan produsen baterai China CATL tampaknya menjadi salah satu hal yang membuat pemerintahan Trump keberatan. Kesepakatan lisensi yang pertama kali ditandatangani pada 2023 itu memungkinkan Ford memproduksi baterai kendaraan listrik (EV) menggunakan teknologi kimia milik CATL.
Namun, penurunan permintaan EV baru-baru ini di AS mendorong Ford mulai merakit sel lithium iron phosphate (LFP) menggunakan teknologi CATL untuk sistem penyimpanan energi.
1.700 Lapangan Kerja
“Prioritas terhadap keahlian teknis dan pengetahuan operasional China yang diimpor, bahkan dalam kapasitas yang telah dikurangi, menantang semangat kebijakan keamanan nasional dan ekonomi Amerika serta kebijakan kemandirian rantai pasok,” tulis Duffy.
Menteri Transportasi tersebut juga mempersoalkan kesepakatan terbaru Ford dengan Geely di Spanyol, dengan mengatakan bahwa kerja sama tersebut “membantu lawan strategis mendapatkan pijakan penting di pasar Barat”.
Surat itu juga menyinggung pembicaraan yang masih berlangsung antara Ford dan BYD untuk berbagi komponen kendaraan hibrida.
“Ketika sebuah perusahaan dengan sengaja memilih untuk memperdalam ketergantungan operasional pada pesaing strategis, perusahaan tersebut gagal bertindak sebagai mitra yang dapat diandalkan oleh masyarakat Amerika dan Departemen Transportasi AS (DOT),” Duffy menambahkan.
Ford tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Perusahaan tersebut menyebut surat Duffy sebagai upaya keliru untuk menarik perhatian media dengan mengorbankan sebuah perusahaan yang telah berbuat lebih banyak bagi manufaktur AS dibandingkan hampir semua perusahaan lain dalam sejarah AS.
“BlueOval Battery Park Michigan di Marshall merupakan fasilitas yang dimiliki dan dioperasikan Ford, yang merepresentasikan investasi senilai miliaran dolar AS serta sekitar 1.700 lapangan kerja baru bagi warga Amerika,” demikian pernyataan Ford, seraya mencatat bahwa fasilitas tersebut memproduksi baterai di Michigan, dengan tenaga kerja Amerika, untuk kendaraan Ford yang juga dibuat di AS. (*)