JAKARTA, Narayamedia – Tim Emergency Response Grup (ERG) PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga Rabu (10/9) pagi masih mengupayakan evakuasi tujuh pekerja yang terjebak di tambang bawah tanah di area Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.
Kapolsek Tembagapura Iptu Firman mengatakan, hingga Selasa (9/9) malam, tujuh pekerja perusahaan kontraktor itu belum bisa dievakuasi. Sejauh ini kondisi tujuh pekerja dilaporkan masih aman. Tetapi, masih terus dipantau melalui komunikasi radio.
“Sampai sekarang belum bisa dikeluarkan. Manajemen PT Freeport masih terus melakukan berbagai upaya untuk segera mengevakuasi mereka. Dari laporan yang kami terima, kondisi pekerja yang terjebak masih aman. Yang dikuatirkan yaitu persediaan oksigen di dalam, semoga ada cadangannya,” kata Firman, dikutip dari Antara.
Berdasarkan informasi tangkapan layar yang beredar di media sosial, kata Firman, material basah yang masuk ke dalam terowongan tambang bawah tanah Freeport dalam jumlah sangat besar.
Hal itu membuat proses mengeluarkan material tersebut membutuhkan waktu cukup lama. “Materialnya banyak sekali, kalau lihat di TikTok yang beredar itu, lumpur itu seperti banjir bandang,” tambahnya.
Kapolsek Tembagapura memastikan hingga kini belum ada tim dari luar Freeport, termasuk dari Kementerian ESDM yang datang ke Tembagapura untuk memantau proses evakuasi tujuh pekerja tersebut. (*)