JAKARTA, Narayamedia – Anggota Komisi XIII DPR RI Dini Rahmania meminta pemerintah pusat atau pemerintah daerah mengaudit bangunan pesantren-pesantren secara menyeluruh. Ini terkait penyebab musibah bangunan roboh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9) sore sekitar pukul 15.35 WIB, saat kegiatan pengecoran bangunan tengah berlangsung sejak pagi.
Menurutnya, Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah, perlu segera melakukan langkah-langkah mitigasi bencana di lingkungan ponpes.
“Hal ini mencakup audit kelayakan bangunan asrama secara menyeluruh, penerapan standar keamanan bangunan yang ketat,” kata Dini di Jakarta, Selasa (30/9).
Di sisi lain, menurutnya, harus ada pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi santri maupun pengelola pesantren guna meminimalisir jatuhnya korban bila terjadi suatu peristiwa.
Rawan Bencana
Dia mengatakan peristiwa robohnya bangunan itu menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak bahwa keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama. Pasalnya, banyak ponpes dan sekolah berasrama juga berada di wilayah rawan bencana.
Dirinya pun menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam kepada para santri, keluarga korban, serta seluruh pengurus pesantren, atas musibah yang menelan korban jiwa tersebut.
Melalui langkah-langkah konkret yang diusulkannya, dia berharap tragedi serupa tidak lagi terulang dan pesantren dapat menjadi tempat belajar yang aman serta nyaman bagi para santri. “Serta memberi jaminan keselamatan bagi para orang tua santri,” katanya. (*)