JAKARTA, NARAYA Media – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen di kuartal I 2026, masih berada dalam rentang realistis.
Menurutnya, target yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada investor global itu didukung sejumlah faktor fundamental. “Pertama, kita berbicara tentang low base effect dari periode sebelumnya yang relatif melambat,” kata Fakhrul di Jakarta, Kamis (16/4).
Ia menambahkan, akselerasi belanja pemerintah pada awal tahun juga menjadi pendorong utama. Hal ini tercermin dari pelebaran defisit APBN yang memberikan dorongan langsung terhadap permintaan domestik.
“Kedua, adanya akselerasi belanja pemerintah di awal tahun yang cukup signifikan, tercermin dari pelebaran defisit APBN. Ini memberikan dorongan langsung terhadap permintaan domestik,” tukasnya.
Selain itu, indikator sektor riil mulai menunjukkan perbaikan. Ketiga, penjualan ritel dan PMI manufaktur mengindikasikan adanya pemulihan aktivitas ekonomi domestik.
“Ini mengindikasikan bahwa mesin ekonomi domestik mulai kembali bergerak, meskipun tentu masih harus diwaspadai risiko dari sisi eksternal,” lanjut Fakhrul.
Kepercayaan Investor
Ia menekankan di tengah lanskap global yang semakin terfragmentasi, kombinasi antara komunikasi kebijakan yang kuat dan fondasi domestik yang solid menjadi kunci menjaga stabilitas serta daya tarik pasar Indonesia.
“Di dunia yang semakin narrative-driven, persepsi memang penting. Tapi, pada akhirnya, pasar akan kembali ke realita. Di situlah kredibilitas kebijakan dan kekuatan fundamental akan diuji,” ujarnya.
Adapun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan investor global mengenai ketahanan fundamental makroekonomi. Serta strategi fiskal Indonesia dalam pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah investor besar. Antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
Dalam konteks tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan berada di kisaran 5,5 persen. Purbaya menilai, apabila tren pertumbuhan berlanjut pada kuartal II, hal itu dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk memperbesar investasinya di Indonesia.