Bandarlampung, NARAYA Media – Kementerian Sosial (Kemensos) tak membuka pendaftaran siswa Sekolah Rakyat (SR). Tetapi,merekrut mereka berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat. Jadi, penjangkauan dengan basis DTSEN untuk keluarga paling tidak mampu,” ucap Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Bandarlampung, Minggu (26/4).
Selain itu guna memastikan sekolah rakyat tepat sasaran, pihaknya melakukan penjangkauan di tempat-tempat tertentu guna melakukan asistensi agar anak yang melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai kebutuhan mereka mau diberikan pendidikan melalui program ini.
“Artinya, kami juga proaktif. Misalnya, kami melihat anak-anak di jalan yang masih dalam usia sekolah tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhannya. Maka akan diasistensi dan dijangkau untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Pengentasan Kemiskinan
Menurutnya, saat sudah banyak anak-anak di usia sekolah yang ikut dalam program Sekolah Rakyat, yang sebelumnya mereka ikut membantu orang tuanya dan harus putus sekolah.
“Jadi, sebelum anak-anaknya bisa mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat, orang tuanya kami ajak diskusi. Jadi kalau datanya sama dengan fakta di lapangan dan orang tuanya setuju, maka akan kami berikan sosialisasi tentang berbagai hal yang terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan SR bukan hanya berfokus pada pendidikan anak. Tetapi, juga turut memberdayakan orang tuanya melalui berbagai program sosial dan ekonomi.
“Yang ingin kami sampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan. Di mana, orang tua mereka juga akan diberdayakan melalui berbagai program strategis seperti diberikan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga keterlibatan dalam Koperasi Desa Merah Putih,” kata Mensos. (*)