Kuala Lumpur, NARAYA Media – Badan Penegakan Maritim Malaysia, Negara Bagian Perak, melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menyusul insiden tenggelamnya kapal yang diduga membawa Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) warga negara Indonesia di perairan Pulau Pangkor.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob dalam keterangan media yang diterima, di Kuala Lumpur, Selasa (12/5), mengatakan pihaknya menerima laporan pada Senin (11/5) pagi sekitar pukul 05.30 pagi dari nelayan setempat yang menemukan para korban terapung di laut dan meminta bantuan.
Menindaklanjuti informasi itu, Operasi SAR segera dilakukan pukul 06.00 pagi dengan mengerahkan KM GAGAH. Serta BENTENG 1203 untuk melaksanakan upaya pencarian dengan bantuan instansi terkait seperti Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.
Sebuah kapal nelayan lokal, VNT PKFB 616, berhasil menyelamatkan 23 korban. Terdiri atas 16 laki-laki dan 7 perempuan warga negara Indonesia. Di mana, selanjutnya seluruh korban diantar oleh Kapal PPM PAC 16 ke Dermaga PPM Kampung Acheh untuk proses dokumentasi serta penyelidikan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan awal terhadap para korban mendapati, jumlah keseluruhan PATI yang berada di atas kapal itu sebanyak 37 orang. Hingga kini, sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan sementara sisanya masih belum diketahui keberadaannya dan operasi SAR masih terus dilakukan secara intensif.
Dalam perkembangan terkait, KM GAGAH turut melaporkan penemuan tiga buah tas berisi pakaian yang diduga milik para korban di lokasi operasi SAR dan akan dilakukan identifikasi oleh korban-korban yang telah diselamatkan.
Objek Mencurigakan
Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di IPD Manjung.
Berdasarkan laporan, para korban diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia pada 9 Mei 2026. Mereka menuju Malaysia dengan beberapa tujuan yang diperkirakan meliputi Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
Operasi SAR ini juga melibatkan sejumlah armada seperti KD Sri Indera Sakti, Helikopter Fennec TLDM, dua unit Fast Combat Boat (FCB) TLDM, dan Pesawat Bombardier CL 415 (APMM). Serta Kapal PAC 16 (PPM) untuk melaksanakan pemantauan udara dan pencarian di area insiden.
Kepten Maritim Mohd Shukri bin Khotob menyampaikan pihaknya akan terus mengintensifkan operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi jika menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” jelasnya.
Otoritas Maritim Negeri Perak, Malaysia, meminta masyarakat yang memiliki informasi atau menemukan petunjuk mengenai para korban yang masih belum ditemukan untuk menghubungi Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Perak di nomor 05-683 8737 atau nomor darurat 999 untuk tindakan segera. (*)