JAKARTA, Naraya Media – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah kembali menyita perhatian publik. Kali ini, siswi kelas 8 di sebuah SMP swasta di Jakarta Timur, yang merupakan putri dari seorang influencer gaya hidup ternama, dilaporkan menjadi korban perundungan fisik dan pelecehan seksual oleh rekan sekolahnya.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah orang tua korban mengunggah bukti rekaman suara dan tangkapan layar percakapan melalui media sosial pada Jumat (23/1/2026). Dalam unggahan yang viral tersebut, sang influencer mengungkap bahwa anaknya mengalami trauma mendalam hingga enggan untuk kembali bersekolah.
“Kami sangat terpukul. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman justru menjadi tempat anak kami dipermalukan dan dilecehkan. Kami tidak akan menempuh jalan damai dan akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan,” tulis sang orang tua dalam pernyataan resminya, Jumat (23/1).
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dan sedang melakukan pendalaman.
“Laporan sudah kami terima per hari ini. Mengingat korban dan terduga pelaku masih di bawah umur, kami berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Balai Pemasyarakatan (Bapas),” ujarnya.
Pihak sekolah melalui Humasnya menyatakan komitmen untuk kooperatif dalam proses hukum. Mereka menjanjikan sanksi tegas berupa pengeluaran (drop out) bagi siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sesuai dengan pakta integritas sekolah.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga turut memantau kasus ini. KPAI mendesak agar proses pendampingan psikologis terhadap korban menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak trauma jangka panjang.
Hingga saat ini, netizen di berbagai platform media sosial terus menyuarakan dukungan bagi korban dan mendesak perbaikan sistem pengawasan di sekolah-sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)