İstanbul, NARAYA Media – Kelompok Hizbullah, Jumat (5/6) mengaku telah melancarkan sejumlah serangan. Termasuk dengan rudal, terhadap pasukan Israel di dekat Kastil Beaufort di Lebanon selatan.
Kelompok perlawanan itu mengatakan mereka mengincar konsentrasi pasukan dan kendaraan militer Israel di sekitar kastil bersejarah itu dengan rudal presisi. Serta melancarkan tembakan artileri ke wilayah itu dalam tiga gelombang.
Hizbullah juga menyatakan para petempurnya melemparkan peledak ke pasukan Israel yang bergerak maju di sebelah timur kota Ghandouriyeh. Menurut mereka menimbulkan korban di pihak Israel.
Pasukan Israel lalu mengevakuasi korban luka di tengah asap tebal sebelum melancarkan tembakan artileri dan serangan udara ke wilayah sekitar, menurut kelompok itu.
Sebelumnya, Hizbullah melakukan 25 operasi terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir. Termasuk serangan menggunakan drone, roket, dan rudal anti tank.
Mediasi AS
Militer Israel, pada Kamis (4/6) mengumumkan kematian komandan tank dari Batalion ke-75 Brigade Lapis Baja ke-7 di Lebanon selatan. Jumlah kematian personel militer Israel menjadi 28 orang sejak perang di Iran meletus akhir Februari.
Pada Rabu (3/6), Lebanon dan Israel sepakat memperbarui gencatan senjata yang rapuh dan membentuk zona percontohan. Kesepakatan itu menjadikan tentara Lebanon satu-satunya pihak yang memiliki kendali teritorial, dengan mengecualikan seluruh aktor non-negara.
Kesepakatan itu diumumkan dalam pernyataan bersama setelah putaran keempat perundingan yang dimediasi Amerika Serikat. Perundingan itu berlangsung usai Israel melancarkan serangan ke Lebanon selama berminggu-minggu.
Serangan Israel itu dilaporkan telah menewaskan hampir 3.500 orang sejak 2 Maret, meski gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang hingga awal Juli. (*)