Harta Karun Tersembunyi di Kaltim! SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru, Cadangan Nyaris 1 Juta Barel!

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberi keterangan dalam jumpa pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (4/5). (NARAYA Media/Dok. ANTARA)

JAKARTA, NARAYA Media – SKK Migas menemukan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Diketahui, cadangan minyak sebesar 0,96 juta barel atau nyaris 1 juta barel.

“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik. Minyaknya 1 juta barel,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam jumpa pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (4/5).

Djoko Siswanto menyampaikan bahwa 13 sumur itu sumur baru yang nantinya akan dibor oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Salah satu dari 13 sumur tersebut adalah sumur pengembangan MUT-346 OS HZ dengan target laju produksi sebesar 7,3 juta kaki kubik gas per hari. Adapun proyeksi cadangan gas di sumur tersebut sebesar 3,6 miliar kaki kubik gas. 1 juta kaki kubik gas setara dengan 1.000 MMBTU.

79 Sumur

Dengan asumsi harga gas 7,7 dolar AS per MMBTU pada 2026–2031 dan nilai tukar dolar terhadap rupiah Rp17 ribu, diperkirakan nilai cadangan tersebut setara dengan Rp471 miliar.

Pendapatan kotor dari pengembangan sumur tersebut diperkirakan sekitar Rp355 miliar. Kisaran pendapatan pemerintah berada di angka Rp87 miliar setelah pajak. “Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko.

Di luar dari 13 sumur baru itu, saat ini PHSS telah mengelola 79 sumur di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.

Maka itu, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi dalam pemanfaatan lahan transmigrasi untuk kegiatan eksplorasi produksi migas.

“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita cari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” jelas Djoko. (*)

Share This Article

Related Posts