HGN 2025, Imelda Budiman: Masih Ada Kesenjangan dengan Guru di Luar Negeri, Terutama Kesejahteraan dan Fasilitas

Imelda Budiman saat menghadiri ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA) 2025 di Malaysia pada 12-15 November 2025. (Narayamedia/Dok. pribadi)

JAKARTA, Narayamedia – Baru saja sehari, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Ini menjadi momen penghargaan bagi para pendidik sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sayangnya, gelar ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ untuk guru di Indonesia kerap bersebrangan dengan fakta nyata kecilnya gaji mereka. Tak sedikit ironi guru honorer bergaji rendah walau telar mengajar puluhan tahun.

Pasalnya, tak ada standar gaji minimun yang seragam. Khususnya gaji guru honorer yang berujung oleh timpangnya dan kesejahteraan guru di Tanah Air.

Menurut Mrs Indonesia World 2014 ini, HGN menjadi momen yang sangat menyentuh baginya. “Ini kesempatan untuk kembali mengingat betapa besar peran para guru dalam membentuk karakter, masa depan, dan arah bangsa,” kata Imelda, yang baru lolos kategori Best Suporting Actress untuk filmnya terbarunya Buen (Way Back Home) di ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA) 2025 di Malaysia pada 12-15 November 2025 lalu, dalam keterangan resmi diterima NARAYA MEDIA, Rabu (26/11).

Ia ingin memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia—baik yang mengajar di kota besar maupun di pelosok—yang dengan kesabaran, ketulusan, dan dedikasinya untuk terus menyalakan cahaya pengetahuan bagi generasi muda di Indonesia.

Penghargaan Setara

Namun, di sisi lain, Imelda melihat bahwa guru-guru di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Mulai dari belum meratanya fasilitas pendidikan, tingginya beban administrasi hingga akses pelatihan dan teknologi yang belum setara di semua daerah.

“Namun, di tengah semua keterbatasan itu, para guru tetap menjalankan tugas mereka dengan hati yang luar biasa. Mereka tetap hadir, mengajar, dan tetap menjadi teladan bagi murid-muridny,” tambah Imelda yang sebelumnya juga telah membintangi film Matadewa dan Pariban: Idola dari Tanah Jawa.

Imelda percaya, pemerintah dan semua pihak perlu terus memperkuat dukungan bagi para guru. Baik dalam pelatihan, lingkungan kerja, maupun perlindungan profesi. “Agar mereka dapat menjalankan tugas mulianya dengan lebih optimal. Karena peran guru sangat penting untuk membentuk generasi masa depan bangsa,” ujarnya.

Namun, lanjut Imelda, bila dibandingkan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), masih terlihat kesenjangan yang cukup besar dengan guru di Indonesia. Terutama dalam hal kesejahteraan dan fasilitas.

“Di banyak negara maju, profesi guru memiliki perlindungan karier yang kuat, pelatihan berkelanjutan. Gajinya lebih stabil—bahkan untuk guru pemula sekalipun,” papar diaspora asal Indonesia yang telah menetap di AS selama lebih dari 25 tahun lalu.

Di Indonesia, kata Imelda, kenyataannya masih banyak guru—terutama guru honorer dan mereka yang mengajar di daerah terpencil—menerima gaji jauh di bawah standar layak. “Padahal, tanggung jawab mereka sama besarnya dengan guru di negara manapun,” sambungnya.

Harapan Imelda, ke depan pemerintah dapat meningkatkan standar kesejahteraan guru secara lebih komprehensif. “Guru adalah fondasi masa depan bangsa. Sudah seharusnya mereka mendapatkan penghargaan yang setara dengan besarnya peran mereka,” tutupnya. (*)

Share This Article

Related Posts