JAKARTA, NARAYA Media – Di tengah gempuran konten joget TikTok dan drama selebriti yang tak ada habisnya, seorang bocah berusia 10 tahun dari Kabupaten Malang Jawa Timur, justru diam-diam mengukir sejarah dunia. Aisyah Ar-Rumy, siswi kelas 4 SD Tahfidz Al-Qur’an Daarul Ukhuwwah, baru saja dinobatkan sebagai Juara 2 di ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) 2026 di Uni Emirat Arab.
Meski menyisihkan lebih dari 5.000 peserta dari 105 negara, kepulangan Aisyah ke Tanah Air terasa “sunyi” dibandingkan berita viral yang kurang berfaedah.
Banyak netizen mulai melontarkan kritik tajam di media sosial. “Kalau anak berprestasi begini kok sepi pemberitaan? Giliran ada yang selingkuh atau cerai, semua TV rebutan!” tulis salah satu akun di Instagram, dikutip NARAYA Media.
Ada pula yang menyentil peran pemerintah dan publik dalam mengapresiasi talenta muda di bidang agama. Diketahui, Aisyah merupakan satu-satunya wakil Indonesia. Dia terpilih setelah melewati seleksi ketat untuk mewakili merah putih di kategori The Most Beautiful Quran Recitation.
Kedua, hafalan Aisyah luar biasa. Di usia yang sangat belia, ia telah menghafal puluhan juz Al-Qur’an dengan lantunan suara yang menggetarkan panggung internasional. Meski kurang sorotan nasional, Aisyah sempat dilepas langsung oleh Bupati Malang dengan bekal uang saku Rp32 juta sebagai bentuk apresiasi daerah.
Keberhasilan Aisyah menjadi tamparan keras bagi kita semua: Apakah kita sudah memberikan panggung yang layak bagi anak-anak berprestasi, atau kita justru lebih asyik menikmati konten sampah setiap harinya? (*)