Nyeri Dada-Sering Muntah pada Anak? Hati-hati, Bisa Jadi GERD!

ILUSTRASI - Awas gejala nyeri dada pada anak-anak. (NARAYA Media/Dok. rspp.co.id)

Jakarta, NARAYA Media – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut nyeri dada sebagai salah satu tanda anak mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

“Pada anak yang lebih besar, apa gejala tipikal GERD? Gejala typical simptomp-nya GERD pada anak itu adalah kalau ada nyeri dada atau chest pain,” ucap Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi IDAI Dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. G . H (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (23/6), dikutip dari Antara, Rabu (24/6).

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan gejala pada anak yang terkena GERD bersifat khas. Sebab, nyeri dada dapat dirasakan tepat di bawah tulang dada.

Nyeri dada di bagian bawah itu juga dapat menciptakan sensasi seperti terbakar dan dekat dengan ulu hati. Gejala itu dapat memburuk setelah penderitanya makan atau berbaring.

Kebiasaan Buruk

Mengutip sebuah penelitian, Sri menyebut pada anak-anak terutama remaja, GERD sering dikaitkan dengan kebiasaan makan yang berlebihan. Lalu, kebiasaan makan menjelang tidur, rutin mengonsumsi soda atau makan-makanan yang pedas dan berlemak.

Menurutnya, akan lebih baik apabila anak berhenti makan tiga jam sebelum tidur, sehingga saluran pencernaan dapat kembali stabil dan lebih ringan bekerja.

Dia juga membeberkan terdapat populasi dengan risiko tinggi mengalami GERD. Misalnya, seperti anak-anak dengan gangguan neurologis, atresia esofagus, hernia diafragmatika, obesitas, penyakit paru kronis, laringomalacia dan trakeomalacia.

Bagi anak-anak yang terkena GERD, biasanya tenaga medis akan melakukan tata laksana sesuai dengan kondisi anak. Beberapa tindakan yang diambil seperti anamnesis dan pemeriksaan fisik, identifikasi tanda bahaya untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain, modifikasi gaya hidup dan diet, sampai terapi obat penekan asam lambung. (*)

Share This Article

Related Posts