Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Respons Kenaikan Harga Minyak

JAKARTA, NARAYA Media – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah sedang menyiapkan skema kerja fleksibel work from home (WFH) atas respons kenaikan harga minyak.

“Terkait kajian bahwa tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk WFH,” kata Airlangga dalam jumpanpers usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3) sore.

Airlangga menjelaskan kebijakan itu dirancang dengan memberikan fleksibilitas satu hari WFH dalam lima hari kerja.

Skema ini tak hanya ditujukan bagi ASN, tapi juga meliputi sektor swasta dan pemerintah daerah.

Menurut Airlangga, kebijakan ini masih tahap penyusunan teknis. Nanti akan diumumkan lebih lanjut ke publik usai konsepnya matang.

Krisis Global

Lebih lanjut dia menyebutkan durasi penerapan WFH akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi. Termasuk harga minyak dan kondisi global.

“Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang. Jadi kita ikuti situasinya,” ucap Airlangga.

Airlangga menambahkan Prabowo menanggapi positif rencana WFH. Sebab dinilai bisa mendorong penghematan.

Terutama dari sisi penggunaan bahan bakar akibat berkurangnya mobilitas.

Diperkirakan, penghematan itu mencapai sekitar seperlima dari konsumsi yang biasa dikeluarkan.

“Dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. Penghematan cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan,” jawabnya.

Sebelumnya, Prabowo mendorong langkah penghematan konsumsi BBM dan mempertimbangkan kebijakan kerja WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global. (*)

Share This Article

Related Posts