Ponorogo dan Malang Resmi Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Penari reog menghibur penonton dalam Gebyar Budaya Parade Reog Ponorogo di Lapangan Nambangan Kidul, Kota Madiun, Jawa Timur tahun 2019. (Narayamedia/Dok. ANTARA)

JAKARTA, Narayamedia – Kota Malang dan Ponorogo resmi menjadi jaringan Kota Kreatif UNESCO. Keduanya tergabung dalam 58 kota baru anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam peringatan World Cities Day 2025 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay.

“Penambahan Ponorogo dan Malang menegaskan bahwa ekosistem kreatif Indonesia tumbuh tidak hanya di kota-kota metropolitan, tetapi juga di kawasan yang kuat akar budayanya dan dinamis inovasi digitalnya,” ujar Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO Satrya Wibawa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/10), dikutip dari Antara.

Ponorogo terpilih sebagai Kota Kreatif bidang Crafts and Folk Art dan Malang sebagai Kota Kreatif bidang Media Arts. Menurut Satrya, penetapan ini membuat Indonesia kini memiliki tujuh kota kreatif UNESCO.

Dia mengapresiasi pemerintah daerah, pemangku kepentingan kreatif, serta kementerian lembaga yang mengawal aplikasi kedua kota sejak 2024. Menurutnya, status ini bukan gelar seremonial, tetapi mandat kerja sama internasional yang harus segera ditindaklanjuti lewat program, festival, riset, dan jejaring kreatif.

Penetapan Ponorogo di bidang Crafts and Folk Art menempatkan kekuatan seni rakyat terutama tradisi Reog, kerajinan pendukungnya, dan ekosistem pelaku budaya lokal yang masuk ke dalam jejaring kota-kota dunia yang memajukan kriya dan seni rakyat sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.

“Penunjukan ini sekaligus mengafirmasi proposal Indonesia yang sejak 2024 memang mengajukan Ponorogo dan Malang ke UNESCO,” katanya.

Sementara itu, Kota Malang masuk dalam kategori Media Arts karena kapasitasnya di bidang gim, animasi, digital storytelling, komunitas makerspace, dan dukungan kuat universitas serta sektor kreatif muda di Jawa Timur.

“Dengan status ini Malang dapat mengakses praktik terbaik kota-kota media arts lain seperti Changsha atau Gwangju, sekaligus menawarkan kolaborasi Asia Tenggara berbasis konten lokal,” tukasnya.

5 Kota Indonesia

Sebelumnya Indonesia memiliki lima kota di Indonesia sebagai bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO. Mulai dari Pekalongan sebagai kota Crafts and Folk Art pada 2014, Bandung sebagai kota design pada 2015.

Lalu Kota Ambon sebagai kota Musik tahun 2019, Jakarta sebagai kota literatur pada tahun 2021, dan Surakarta (Solo) sebagai kota Crafts and Folk Art pada 2023.Ia mengatakan total kota kreatif Indonesia menjadi tujuh dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara Asia dengan portofolio bidang kreatif yang paling beragam di jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) (kriya & seni rakyat, desain, musik, sastra, dan media arts).

“Ini sejalan dengan fokus UNESCO agar kota-kota menjadikan budaya dan industri kreatif sebagai penggerak ketahanan sosial, investasi, dan kohesi komunitas,” katanya.

Tahun ini, UNESCO menambahkan 58 kota baru sehingga jejaring UCCN kini beranggotakan 408 kota dari lebih 100 negara dan untuk pertama kalinya diperkenalkan bidang baru arsitektu. Hal ini menunjukkan bahwa UCCN terus berkembang dan relevan dengan agenda pembangunan perkotaan terkini.

Ia menilai masuknya Ponorogo dan Malang sebagai salah satu dari 58 kota kreatif baru dalam jaringan kota kreatif UNESCO idealnya ditindaklanjuti oleh pengampu kepentingan terkait untuk melaksanakan langkah strategis.

Ia berharap kedua kota terkait berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan kota-kota kreatif Indonesia lain agar terbentuk Cluster Indonesia Creative Cities di UNESCO. “Pemerintah kota bekerja sama dengan kementerian dan pengampu kepentingan terkait segera melaksanakan rencana aksi 4 tahun bagi Ponorogo dan Malang sesuai pedoman UCCN,” kata dia. (*)

Share This Article

Related Posts