Sydney, NARAYA Media – Para peneliti di Australia menemukan bahwa kadar lemak viseral yang lebih tinggi, yang tersimpan jauh di dalam rongga perut. Hal ini dikaitkan dengan penuaan biologis dan seluler yang lebih cepat pada orang dewasa paruh baya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity itu menemukan bahwa lemak viseral dapat memengaruhi proses penuaan melampaui ukuran umum obesitas. Demikian penjelasan dari University of Western Australia (UWA) yang dirilis pada Senin (29/6).
Para peneliti UWA menganalisis data dari hampir 4.800 partisipan usia 45 – 69 tahun dan menemukan bahwa lemak viseral yang lebih banyak terkait dengan percepatan penuaan biologis.
Teknologi Pencitraan
Baik pada pria maupun wanita, terlepas dari kadar lemak tubuh secara keseluruhan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan faktor gaya hidup.
Pada perempuan, lemak viseral yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan panjang telomer yang lebih pendek, yang merupakan penanda utama penuaan seluler, seperti ditunjukkan oleh studi tersebut.
“Lemak viseral bersifat aktif secara metabolik, mengeluarkan berbagai protein proinflamasi yang berkontribusi terhadap peradangan sistemik dan stres metabolik,” kata Adjunct Associate Professor UWA Zhu Kun, sekaligus salah satu penulis studi itu, dikutip dari Antara.
Temuan-temuan ini menyoroti pentingnya menargetkan lemak perut untuk mendukung penuaan yang lebih sehat, kata para peneliti. Seraya menyebutkan bahwa lemak viseral dapat diukur menggunakan teknologi pencitraan yang sudah banyak digunakan dalam pemindaian kepadatan tulang rutin. (*)