Hamilton, NARAYA Media – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan perampasan aset mata uang kripto Iran senilai hingga 1 miliar dolar AS (Rp17,8 triliun). Serta upaya koordinasi dengan sekutu di Eropa untuk merebut aset-aset lain terkait dengan Teheran.
“Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar,” kata Bessent, Jumat (29/5), sembari menambahkan bahwa AS seperti “langsung mengambil dompet mereka”.
Ia bahkan menyebut sejumlah pemegang aset tak sadar aset mereka telah dirampas. “Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, dan sadar kalau mereka tidak sadar dompet mereka sudah diambil,” tambahnya.
Menkeu AS mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sekutu-sekutunya untuk melakukan perampasan aset yang lebih luas lagi. “Kami bekerja sama dengan sekutu-sekutu di seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, dan properti. Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran,” kata Menkeu AS.
Menkeu AS juga menyebut fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg sudah mati menyusul blokade laut AS. Ia menambahkan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Teluk justru menjadi bumerang dalam taraf diplomasi.
Sebab, mereka kini menjadi “mitra yang sangat baik” dalam upaya menindak Teheran lewat jalur finansial. Karena itu, kata Bessent, AS pun dapat membekukan rekening bank asal Iran di kawasan. (*)