Jakarta, NARAYA Media – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut lowongan kerja melalui program padat karya menyasar proyek bantalan sosial di Jakarta. Hal ini bertujuan mengurangi angka pengangguran.
“Namanya juga proyek bantalan sosial. Bisa apa aja. Mulai dari membantu pasukan-pasukan oranye, PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) dan sebagainya. Intinya, supaya orang bekerja,” kata Pramono di Urban Knowledge Hub, Jakarta Selatan, Senin (8/6).
Dia menegaskan tak ada syarat latar pendidikan dalam program tersebut. Bahkan terbuka bagi lulusan Sekolah Dasar (SD). Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi, yakni pelamar memiliki KTP DKI Jakarta.
“Karena untuk PJLP pun Jakarta, kan SD boleh. Karena sejak saya jadi gubernur, kalau dulu syaratnya SLTA, ketika saya jadi gubernur. Maka, SD pun boleh. Sehingga dengan demikian syaratnya hanya satu, KTP Jakarta,” jelas Pramono.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 2.843 lowongan kerja dalam program padat karya. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
Dengan jangka waktu kerja tiga sampai enam bulan, para peserta akan menerima upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta senilai Rp5,7 juta per bulan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah pengangguran di Jakarta 334 ribu orang pada Februari 2026, atau menurun dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 338 ribu orang.
Sementara itu, total angkatan kerja pada Februari 2026 di Jakarta sebanyak 5,53 juta orang, atau naik 57,64 ribu orang dibandingkan bulan yang sama pada 2025. (*)