Serang, NARAYA Media – Gubernur Banten Andra Soni menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin guna memperkuat pelindungan dan kompetensi pekerja migran asal Banten.
Penandatanganan di Gedung Kementerian P2MI pada Kamis (18/6), menjadi upaya strategis dalam membangun ekosistem pekerja migran yang terintegrasi. Selain Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian P2MI juga menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. serta Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta).
Andra Soni melalui keterangan di Serang, Jumat (19/6), mengatakan kerja sama itu langkah penting untuk membuka peluang kerja yang lebih luas. Sekaligus memastikan calon pekerja migran mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum berangkat ke luar negeri.
“MoU ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka kesempatan bagi warga kita untuk berkembang serta berkarya di luar negeri dengan tetap mendapatkan pelindungan dari Pemerintah RI,” katanya.
Menurutnya, Banten memiliki potensi besar sebagai daerah asal pekerja migran sehingga program inisiasi pemerintah pusat ini harus didukung secara serius oleh daerah. Pihaknya menyatakan antusias dan siap menjalankan program tersebut secara optimal.
Ekosistem Pekerja Migran
Sementara, Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan sektor industri ini merupakan wujud sinergi perlindungan pekerja migran dari hulu hingga hilir. Program yang disiapkan mencakup pelatihan, peningkatan kapasitas, hingga penempatan tenaga kerja secara profesional.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita memperkuat pelindungan sekaligus peningkatan kapasitas pekerja migran untuk memasuki pasar kerja global, khususnya sebagai tenaga kerja terampil atau skilled worker di sektor formal,” katanya.
Dukungan kuat juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Untirta, Lamhot Sinaga, menegaskan kesiapan civitas akademika dan jaringan alumni Untirta dalam menyumbangkan sumber daya pendidikannya guna membina kompetensi calon pekerja.
“Esensi program ini adalah membangun ekosistem pekerja migran yang utuh. Kami siap berkontribusi agar pekerja migran Indonesia berangkat dengan kompetensi yang baik dan perlindungan yang kuat,” ujar Lamhot.
Di sisi industri, Direktur Utama PT Krakatau Steel Akbar Djohan berkomitmen untuk memfasilitasi pelatihan keterampilan teknis. Melalui fasilitas tersebut, ia berharap para pekerja migran Indonesia dapat berangkat dengan kepercayaan diri tinggi dan mampu bersaing secara profesional di kancah global. (*)