Warga Wajib Tahu, Target Stunting DKI Turun Jadi 15 Persen

ILUSTRASI - Stunting sangat penting bagi pertumbuhan anak. (NARAYA Media/Dok. Kemkes)

Jakarta, NARAYA Media – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan angka stunting turun menjadi 15 persen. Salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kecukupan gizi dan kesehatan mental bagi anak pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Angka stunting di Jakarta tahun 2025 17,2 persen. Target dari Pemprov DKI, dapat menurunkan angka stunting di angka 15 persen,” ucap Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dody Taruna Dwiputra, dikutip Jumat (19/6).

Dody menyampaikan 1.000 HPK yang disebut sebagai periode emas merupakan periode terpenting dalam keseluruhan hidup manusia. Periode itu dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir.

“Pada masa tersebut, terjadi perkembangan otak, pertumbuhan badan, perkembangan sistem metabolisme tubuh, dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu besar dan cepat,” ujar Dody.

Kesehatan Ibu-Anak

Maka itu, periode 1.000 HPK harus dioptimalkan. Antara lain dengan menjaga kesehatan calon ibu dan anak, memberikan asupan gizi dan nutrisi tepat dan seimbang. Lalu, memberikan stimulasi yang mencukupi, pola pengasuhan yang baik, dan menyediakan lingkungan yang mendukung tidak hanya untuk anak, tapi juga untuk ibu dalam keluarga.

Dody menekankan keluarga merupakan lingkungan utama dan pertama yang paling dekat dengan anak. Keluarga, katanya, punya kewajiban dan tanggung jawab untuk mengasuh, membina tumbuh kembang. Serta melindungi anak dari tindak kekerasan dan diskriminasi, yang juga merupakan salah satu upaya pencegahan stunting.

Sementara, kegiatan sosialisasi yang melibatkan sejumlah pakar kesehatan itu ditujukan khususnya bagi remaja, perempuan yang akan menjadi calon pengantin, calon ibu, dan para ibu. Sosialisasi terkait percepatan penurunan stunting tersebut diharapkan dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat. (*)

Share This Article

Related Posts