Dari Bantu Modal-Biaya Sekolah, PNM Salurkan Beasiswa ke 1.590 Anak Prasejahtera

Penerima manfaat program PNM Scholarship 2026 yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberikan penjelasan soal beasiswa pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026). (NARAYA Media/HO/PNM)

Jakarta, NARAYA Media – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di bawah naungan Danantara Indonesia menyalurkan beasiswa ke 1.590 anak dari keluarga prasejahtera seluruh Indonesia guna membantu mereka melanjutkan pendidikan.

Direktur Utama PNM, Kindaris menyatakan bantuan finansial yang disalurkan mencakup berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga perguruan tinggi.

“Pendidikan merupakan jalan penting untuk membuka kesempatan lebih baik bagi keluarga prasejahtera. Setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya melalui keterangan di Jakarta, Minggu (28/6), dikutip dari Antara.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui PNM Scholarship, perusahaan menyalurkan beasiswa kepada putra-putri berprestasi dari nasabah aktif program Mekaar dan ULaMM di berbagai wilayah.

Menurutnya, pendekatan itu menandai perluasan cakupan pemberdayaan yang dijalankan PNM selama ini. Selama ini, dukungan PNM kepada nasabah lebih banyak berputar pada penguatan usaha ultra mikro.

4,3 Juta Anak

Lewat PNM Scholarship, sasaran pemberdayaan diperluas hingga menyentuh anggota keluarga nasabah, khususnya anak-anak, diharapkan keluarga prasejahtera tidak hanya memiliki usaha yang terus bertumbuh, tetapi juga harapan yang lebih besar bagi generasi berikutnya.

Mengutip data UNICEF atau Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa, ia menyebutkan sekitar 4,3 juta anak dan remaja usia 7-18 tahun di Indonesia masih berada di luar sekolah. Risiko anak putus sekolah ini jauh lebih tinggi dialami oleh keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan anak di wilayah tertinggal.

Selain itu, Data Susenas 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa alasan tidak ada biaya menyumbang 20,35 persen angka anak tidak sekolah. “Oleh karena itu kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka,” kata Kindaris.

Salah satu penerima manfaat program beasiswa tersebut yakni keluarga nasabah Unit Mekaar Kabat 2, Banyuwangi, Sinta Ratnasari yang mana anaknya, Efi Adelya Rachma, siswa kelas 8 di sebuah SLB, menjadi salah satu dari 1.590 anak yang menerima beasiswa tahun ini.

Sinta menyebut bantuan ini sangat membantu kebutuhan sekolah anaknya. Ia berharap banyak keluarga prasejahtera lain yang menerima program beasiswa tersebut. (*)

Share This Article

Related Posts