Jakarta, NARAYA Media – Founder Rumah Makan Gratis (RMG), Aditya Prayoga, menegaskan bahwa program yang dijalankannya tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan. Tetapi juga pemberdayaan ekonomi bagi kaum duafa.
Dalam podcast NARAYA Bicara yang tayang di YouTube NARAYA Media, beberapa waktu lalu, Aditya menjelaskan tujuan utama program tersebut.
“Antara lain membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan hidup lebih mandiri,” kata Aditya, dalam obrolan podcast NARAYA Bicara di kantor redaksi NARAYA Media, belum lama ini.
Diketahui, RMG yang didirikan oleh Aditya di Cilangkap, Jakarta Timur; dan Ciangsana, Bogor, terus menjadi inspirasi nyata di tengah masyarakat.
Tempat ini terkenal karena konsisten menyediakan ratusan porsi makanan setiap hari tanpa memungut biaya sepeser pun dari pengunjungnya. Namun, jika Anda mengira tempat ini hanya sekadar untuk mengenyangkan perut yang lapar, Anda keliru.
Rupanya, Aditya memiliki visi dan misi yang jauh lebih mendalam ketimbang ekadar membagikan makanan gratis.
Berikut deretan misi kemanusiaan yang mendasari berdirinya RMG milik Aditya Prayoga:
1. Menjaga dan Memulihkan Martabat Manusia
Bagi Aditya, makanan adalah jembatan untuk menyentuh hati manusia. Banyak orang datang ke RMG berada dalam kondisi terpuruk secara ekonomi dan mental. Dengan menyajikan makanan layak, bersih, dan lezat, RMG ingin memberikan pesan bahwa setiap orang. Tanpa memandang status sosial, berharga dan layak diperlakukan dengan hormat.

2. Putus Rantai Kelaparan dan Kemiskinan Ringan
Kelaparan sering menjadi akar dari masalah yang lebih besar. Termasuk penurunan produktivitas hingga tindakan kriminalitas akibat desakan ekonomi. Dengan hadirnya makanan gratis, para pekerja informal seperti driver ojek online, pemulung, dan buruh harian bisa menghemat pengeluaran harian mereka.
Uang yang seharusnya untuk membeli makan dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lain, seperti biaya sekolah anak atau modal usaha kecil.
3. Menghidupkan Ekosistem Kebaikan dan Gotong Royong
RMG tidak beroperasi sendirian. Aditya sengaja membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Baik dalam bentuk bahan makanan, tenaga memasak, maupun donasi dana. Misi ini berhasil menciptakan ekosistem sosial di mana orang kaya dan orang miskin bertemu, dan saling bantu. Serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai pudar di era modern.
4. Pusat Pemberdayaan Masyarakat Sekitar
Bukan cuma memberi ikan, RMG juga mulai memberikan kail. Dalam perkembangannya, misi Aditya meluas ke ranah pemberdayaan sosial. RMG kerap menjadi wadah edukasi, tempat pembinaan moral, hingga ruang pelatihan keterampilan bagi warga sekitar yang membutuhkan, agar mereka nantinya bisa mandiri secara finansial.
5. Iinspirasi Gerakan Serupa di Berbagai Daerah
Misi jangka panjang dari Aditya adalah penularan kebaikan. Ia ingin membuktikan bahwa untuk berbuat baik dan berdampak besar, tidak perlu menunggu menjadi miliarder terlebih dahulu. Konsistensi RMG terbukti memicu lahirnya gerakan rumah makan gratis serupa di berbagai kota lain di Indonesia. Ini menciptakan efek domino kebaikan yang masif. (*)