Jakarta, NARAYA Media – Jarak ribuan kilometer dan waktu menetap puluhan tahun di luar negeri tak sedikit pun melunturkan rasa nasionalisme aktris sekaligus tokoh diaspora Indonesia, Imelda Budiman.
Pada Senin, 17Agustus 2026, sosok yang menetap di Amerika Serikat (AS) hampir 26 tahun ini antusias merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Perayaan tahun ini diikuti Imelda langsung dari kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, D.C. Suasana khidmat upacara bendera berpadu apik dengan kemeriahan pesta rakyat yang menyatukan ratusan warga negara Indonesia (WNI) dan komunitas diaspora di AS.
Lebih dari 26 tahun tinggal di AS, khususnya di Washington, D.C., bagi jebolan ajang Mrs Asia USA 2013 dan Mrs Indonesia World 2014 ini, Indonesia tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitasnya.
“Mungkin terdengar klise. Tetapi, justru saya melihat ketika kita berada jauh dari Tanah Air, rasa memiliki dan kecintaan terhadap Indonesia terkadang terasa semakin kuat. Bagi saya dan teman-teman diaspora, cinta Tanah Air kami wujudkan dengan menjaga nama baik Indonesia. Memperkenalkan budaya dan nilai-nilai Indonesia ke masyarakat dunia. Serta terus berkontribusi sesuai kemampuan kami,” kata wanita yang pernah masuk nominasi AIFFA 2025 di kategori Best Suporting Actress di film Buen (Way Back Home) pada 12-15 November 2025 ini, Kamis (20/8/2026)..
Sebagai diaspora, yang juga menjadi Vice President dari Perempuan Indonesia Maju (PIM) USA, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia.

Rencana Film ‘9 Aku, Love Heals’
Di usia kemerdekaan ke-81 ini, mencintai Indonesia, lanjut Imelda, juga berarti ikut menjaga persatuan dan mendukung kemajuannya.
“Dengan bangga mengatakan kepada dunia bahwa saya adalah orang Indonesia,” sambungnya, yang kini tengah menggarap proyek film anyar ‘9 Aku, Love Heals’ bersama Acha Septriasa ini.
Bagi Imelda, momen 17 Agustus bukan sekadar rutinitas tahunan atau seremoni belaka. Di balik itu, ada tradisi atau memori masa kecil di Indonesia saat 17-an yang kerap ia rindukan dan dihadirkan di lingkungan tempat tinggalnya sekarang di AS.
“Paling saya rindukan, tentu suasana 17 Agustus di lingkungan tinggalku dulu di Indonesia. Bendera merah putih di mana-mana. Anak-anak bermain dan berlomba. Ibu dan bapak-bapak berkumpul. Ada tawa, makanan, musik, dan rasa kebersamaan yang begitu kuat,” jelas pemain film Matadewa dan Pariban: Idola dari Tanah Jawa ini.
Menurut Imelda, bukan hanya perlombaannya. Tetapi semangat gotong royong dan kebersamaan yang sangat khas Indonesia.
“Sekarang, sebagai diaspora, kami berusaha menghadirkan kembali semangat itu melalui berbagai kegiatan komunitas Indonesia. Saya senang melihat di KBRI atau KJRI anak-anak diaspora ikut mengenal budaya Indonesia. Belajar lagu dan tarian tradisional, memakai pakaian daerah, dan merayakan 17-an bersama,” paparnya.
Baginya, hal-hal sederhana seperti itu penting untuk memastikan generasi berikutnya tetap merasa dekat dengan Indonesia. “Meskipun mereka lahir dan tumbuh jauh dari Tanah Air,” katanya, tersenyum. (*)