Imelda Budiman Bangga Film BUEN yang Dibintangi Tembus KKIF ke-16 di Malaysia

Imelda Budiman. (Dok.pri)

JAKARTA, Narayamedia – Belum lama ini, festival film tertua di Malaysia sukses menggelar Kota Kinabaku International Film Festival (KKIF) ke-16 di tahun 2025. Ini bukan sebuah film. Festival ini digelar sejak 2- 10 Agustus 2025 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

KKIFF merupakan platform bagi para pembuat film untuk menampilkan karya mereka dan merayakan sinema. Terutama film-film dari Asia Tenggara. Festival ini mencakup sejumlah kegiatan. Mulai dari pemutaran film, lokakarya, hingga sesi pitching.

Salah satu peserta yang hadir adalah Imelda Budiman. Aktris Indonesia sekaligus diaspora yang sudah menetap lama di Amerika Serikat, lebih dari 25 tahun. Lalu, bagaimana ceritanya Imelda bisa ikut di ajang KKIFF 2025? Ternyata, film Buen (Way Back Home), sebuah judul film yang ia bintangi masuk official selection di KKIF 2025 ke-16.

“Kami mendapat kehormatan untuk tayang (film Buen) di puncak acara penutupan KKIF. Di film itu, saya berperan sebagai Executive Produser, juga bermain sebagai salah satu peran utama di sana” kata Imelda, Minggu (17/8/2025).

Diketahui, dalam film Buen itu, Imelda berperan sebagai tokoh Ratih, kekasih dari Mesala. Film ini disutradarai Andibachtiar Yusuf dengan Produser Agustinus Sitorus, yang merupakan produksi kolaboratif antara PIM Pictures dan Shanaya Films.

Menariknya, film ini mengambil latar belakang suku Dayak di Kalimantan Timu. Di mana, syuting dilakukan sebelum pandemi Covid-19.

“Bahkan sebelum ide pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) terpublikasikan. Saat itu, kami syuting di daerah terpencil Long Bagun di Mahakam Ulu. Lalu, di daerah Penajam, yaitu titik 0 Km IKN. Sangat berkesan karena untuk menuju desa Long Bagun itu butuh perjalanan panjang, dengan kapal hingga memakan waktu lebih dari 12 jam,” tambahnya.

Pengalaman Syuting

Tidak hanya itu, kondisi air di lokasi syuting juga masih coklat. Ia juga harus mandi dengan air botol mineral, walaupun sedikit saja.

“Belum lagi internet yang hampir tidak ada. Kita juga syuting di masa ramadhan saat itu. Tapi, crew sangat kompak dan happy walaupun sedang berpuasa, sehingga syuting berjalan dengan sukacita,” tukas alumni ajang Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. World 2014 ini.

Adapun, film ini bercerita tentang hubungan kakak-adik yang terputus akibat kepahitan masa lalu dan bagaimana pentingnya arti keluarga dalam kehidupan. Film Buen merupakan film ketiganya, di mana ia berperan sebagai tokoh utama didalamnya. Sebelumnya, Imelda pernah membintangi film Matadewa (2018) dan Pariban: Idola dari Tanah Jawa (2019).

Film Buen juga masuk dalam seleksi resmi Bali International Film Festival (Balinale) ke-18 di Bali pada 1-7 Juni 2025 lalu. Di sisi lain, Imelda menilai, keikutsertaannya di festival KKIF 2025 erat kaitannya antara film dengan pariwisata di sebuah negara.

“Sangat besar. Contoh saja, Korea Selatan. Bagaimana dengan musik dan film industrinya yang kuat sangat membawa nama negara itu ke dunia international dengan pesat sekali,” ujarnya.

Rasa bangga menyeruak di hati Imelda. KKIFF telah berjalan 16 tahun. Pemimpin KKIFF merupakan Direktur Festival Jude Day. “Beliau telah memimpin festival ini sejak awal berdirinya dan terus berperan penting dalam menyusun program dan arah kreatifnya. Bukan saja festival, dalam rangkaian acara, ada training untuk para film maker baru yang ingin belajar jauh di industri ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Imelda, peran pemerintah Malaysia juga sangat kuat. Pasalnya, mereka di-support dalam hal pendanaan. Dalam penutupan festival ini, tampak hadir Datuk Hans Isaac (Chairman of the National Film Development Corporation Malaysia (FINAS). Ia menyampaikan support penuh untuk event tahun depan. (*)

Share This Article

Related Posts