Teheran, NARAYA Media – Iran menuntut Amerika Serikat (AS) dan Israel dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan pejabat Iran. Demikian penjelasan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada RIA Novosti, Jumat (17/4), dikutip dari Antara, Minggu (19/4).
“Kita harus melakukan ini. Bukan hanya Iran, tetapi seluruh komunitas internasional menuntut pertanggungjawaban. Apa yang dilakukan AS dan Israel adalah kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan internasional, serta kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Baqaei.
Ia merujuk Pasal Umum 1 Konvensi Jenewa 1949 yang mewajibkan semua negara menghormati dan memastikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
“Karena tindakan AS dan Israel melanggar prinsip tersebut, saya percaya semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa harus menyerukan pertanggungjawaban mereka,” jelasnya.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran. Termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan itu. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 11 April, Iran dan AS menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pada 12 April bahwa kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil. (*)