Sebanyak Rp11 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Cagar Budaya Pasca Bencana Sumatra

Menteri Kebudayaan Fadli Zon ditemui wartawan usai Festival Budaya Tempe: Goes to UNESCO, Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu (21/12). (Narayamedia/Dok. RRI)

JAKARTA, Narayamedia – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan anggaran Rp11 miliar untuk tahap awal pembersihan dan perbaikan cagar budaya yang rusak akibat bencana hidrometeorolog di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.

“Kita persiapkan dari efisiensi kita (Kementerian Kebudayaan), sekitar 11-12 miliar dulu untuk pembersihan, karena itu banyak. Ini tahap awal,” kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu (21/12) kemarin, dikutip dari Antara, Senin (22/12).

Menbud Fadli mengatakan bahwa jumlah cagar budaya di wilayah Sumatra, yakni provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang dan longsor itu teridentifikasi bertambah jadi lebih dari 100.

“Cagar budaya yang ada di Sumatra yang terdampak dari musibah banjir bandang, longsor, baik itu terus kita identifikasi, jumlahnya memang bertambah, tadinya 43, 70, dan sekarang angkanya lebih dari 100. Karena kan kemarin kesulitan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terputus,” tuturnya.

Mulai Pekan Depan

Menbud mengatakan pendataan cagar budaya yang rusak itu dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang berada di masing-masing wilayah terdampak tersebut. Di mana, hasilnya menunjukkan sebagian besar objek mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sementara sejumlah lainnya tercatat mengalami kerusakan berat.

“Kita sudah menyiapkan anggarannya untuk bantuan, terutama yang rusak-rusak ringan, sedang, dan berat. Yang paling banyak rusak ada museum, ada makam-makam yang juga jadi cagar budaya,” ujar Menbud.

Fadli menambahkan proses upaya penanganan cagar budaya terdampak bencana tersebut ditargetkan dimulai pada pekan depan dengan melibatkan kerja sama dan gotong royong warga setempat.

“Kita sudah siapkan dan akan kita lakukan pada minggu depan yang ada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Segera, nanti tentu bergotong-royong dengan masyarakat setempat. Kita tahu bahwa prioritas kita masyarakatnya kemarin, pada waktu terjadi bencana yang kita lakukan mitigasi tanggap daruratnya,” jelasnya. (*)

Share This Article

Related Posts