Ironi Bencana: Markas BPBD-Damkar Serang Terendam Banjir, Air Masuk Ruang Kerja

RSUD Kota Serang, Banten, terendam banjir pada Senin (9/1). (Naraya Media/Dok. Vivabanten)

SERANG, Naraya Media – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang sejak Minggu malam hingga Senin (12/1) mengakibatkan sejumlah titik terendam banjir. Ironisnya, markas komando yang seharusnya menjadi pusat penanggulangan bencana, yakni Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang, justru tak luput dari kepungan air.

Banjir pada Senin (12/1) pagi ini meluap hingga masuk ke dalam area perkantoran dan ruang kerja petugas. Ketinggian air di halaman kantor mencapai lutut orang dewasa. Sementara di dalam ruangan, air merendam lantai setinggi 10-20 sentimeter.

Aset dan Dokumen
Sejumlah petugas yang sedianya bersiaga untuk mengevakuasi warga, justru harus berjibaku menyelamatkan aset kantor terlebih dahulu. Berdasarkan pantauan di lokasi, para personel sibuk memindahkan dokumen penting, peralatan elektronik, hingga logistik bantuan ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak terendam air.

“Curah hujan sejak semalam memang sangat ekstrem. Air mulai naik dan masuk ke ruangan kerja pada pagi hari,” ujar petugas di lokasi.

Meski kondisi kantor terendam, BPBD Kabupaten Serang memastikan bahwa koordinasi penanganan bencana di wilayah lain tetap berjalan. Personel lapangan telah disebar ke titik-titik banjir yang lebih parah untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Kondisi banjir di markas BPBD ini diduga dipicu oleh drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang sangat tinggi, ditambah lokasinya yang berada di area rendah. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi infrastruktur pendukung bagi instansi garda terdepan penanganan bencana agar operasional tetap maksimal di situasi darurat.

Hingga Senin siang, hujan masih sesekali turun di wilayah Serang. Petugas terus memantau perkembangan cuaca melalui laman resmi BMKG untuk mengantisipasi banjir susulan yang lebih besar. (*)

Share This Article

Related Posts