JAKARTA, Naraya Media – Suplemen seringkali menjadi sebuah cara sederhana yang dianggap dapat meningkatkan kesehatan jantung, namun sebenarnya terdapat kemungkinan bahwa kandungan di dalamnya berbahaya untuk jantung.
Mengutip siaran Eating Well, Sabtu (21/2) waktu setempat, seperti dikutip dari Antara, akan lebih baik jika konsumsi suplemen mendapatkan bimbingan dari profesional kesehatan, terutama jika anda memiliki masalah jantung atau berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
Terdapat enam suplemen yang menurut beberapa ahli gizi tidak disarankan untuk menjaga kesehatan jantung. Apa saja?
Vitamin E
Vitamin E bertindak sebagai antioksidan, yang umumnya bermanfaat untuk kesehatan jantung. Namun, dosis tinggi yang ditemukan dalam suplemen dapat berbahaya.
Ahli Gizi Bess Berger, RDN menjelaskan bahwa vitamin E pada masa lampau memang dianggap membantu kesehatan jantung. Namun penelitian sekarang menunjukkan bahwa dosis tinggi dapat meningkatkan risiko gagal jantung dan stroke hemoragik.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ahli Gizi Violeta Morris, M.S., RDN yang menyatakan bahwa rekomendasi untuk tidak mengonsumsi suplemen vitamin E berasal dari dua uji coba yang menunjukkan peningkatan risiko stroke hemoragik dengan dosis 111 dan 200 IU per hari.
Akibatnya, Gugus Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat ( USPSTF) mengeluarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan vitamin E untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Alih-alih mengonsumsi suplemen vitamin E, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan kaya vitamin E seperti minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.
Kalsium
Menurut Morris, suplemen yang mengandung kalsium menjadi hal yang tidak dianjurkan berikutnya. Meski baik untuk kesehatan tulang, mengonsumsi suplemen kalsium dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita pascamenopause yang sehat.
Mengutip sebuah studi yang menganalisis hasil dari 13 uji coba terkontrol secara acak, Morris menyampaikan bahwa para peneliti menemukan suplemen kalsium meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 15 persen pada wanita pascamenopause yang sehat.
“Kalsium dapat berkontribusi pada kalsifikasi arteri [penumpukan kristal kalsium keras pada dinding arteri], meningkatkan risiko penyakit jantung,” tambah Berger.
Meski demikian, bukan berarti masyarakat tidak boleh mengonsumsi suplemen kalsium sama sekali, karena itu dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti osteoporosis.
Terutama bagi pihak yang kesulitan mengonsumsi cukup kalsium dari produk susu, sayuran hijau gelap, jus yang diperkaya, atau susu non-susu. Pastikan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk menentukan pilihan terbaik.
Suplemen Energi?
Berger menyampaikan banyak suplemen energi atau suplemen penurun berat badan mengandung stimulan seperti kafein atau senyawa mirip efedra.
Beberapa kafein misalnya, dari kopi atau teh umumnya aman untuk kesehatan jantung. Bahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa minum kopi dan teh dalam jumlah sedang dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan jantung.
Namun, suplemen yang mengandung kafein dapat memiliki efek sebaliknya. “Hal ini dapat menyebabkan tekanan pada sistem kardiovaskular Anda, peningkatan tekanan darah dan detak jantung, serta berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Berger.
Beta Karoten
Beta karoten adalah antioksidan lain yang layak dimasukkan ke dalam diet Anda. Beta karoten ditemukan dalam sayuran berdaun kuning, oranye, atau hijau, serta tomat. Namun, mengonsumsi suplemen beta karoten dapat bermasalah bagi kesehatan jantung.
USPSTF meninjau bukti ilmiah dan menyimpulkan bahwa beta karoten juga dapat berbahaya bagi kesehatan jantung, terutama bagi perokok.
Studi itu menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen beta karoten 20 atau 30 miligram setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular di antara perokok.
“Potensi bahaya dari suplementasi beta karoten dosis tinggi mungkin disebabkan oleh interaksi dengan senyawa lain dalam asap tembakau,” ucap Morris.
Akar Manis
Suplemen akar manis seperti licorice dipromosikan untuk kesehatan pencernaan, menopause, batuk, dan infeksi. Namun, belum ada cukup penelitian untuk mendukung manfaat tersebut. Jika menyangkut kesehatan jantung, penelitian menunjukkan bahwa suplemen akar licorice bahkan mungkin berbahaya.
“Suplemen licorice, atau suplemen yang mengandung licorice sebagai bahan sekunder, harus dihindari untuk kesehatan jantung karena mengandung glisirizin, enzim yang dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan menyebabkan tekanan darah tinggi,” kata Ahli Gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN.
Ini sangat berbahaya jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi.
Beras Ragi Merah
Routhenstein mengatakan beras ragi merah sebaiknya dihindari, walaupun banyak orang mencari suplemen penurun kolesterol. “Bahan aktif dalam beras ragi merah yang membantu menurunkan kolesterol disebut monacolin K, yang dikaitkan dengan risiko tinggi kerusakan otot, ginjal, dan hati,” katanya.
Seringkali dipasarkan sebagai suplemen penurun kolesterol karena monacolin K secara struktural sama dengan obat penurun kolesterol yang disebut lovastatin.
Suplemen beras ragi merah juga berbahaya karena sebagian besar produsen tidak mengungkapkan berapa banyak monacolin K yang terkandung dalam suplemen tersebut. Beberapa bahkan secara ilegal menambahkan obat lovastatin. Dibanding mengonsumsi suplemen berlebihan, para ahli membagikan kiat untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda tanpa melibatkan suplemen.
Misalnya seperti bergerak dengan melakukan aktivitas fisik untuk memperkuat otot jantung dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh Anda. Ini juga dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi stres.
Kemudian, stres dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan, jadi menemukan cara untuk mengelola stres sangat penting untuk kesehatan jantung. Ini bisa mencakup aktivitas fisik, bersosialisasi, tidur yang cukup, bermeditasi, atau menemukan hobi yang menyenangkan.
Cara berikutnya yakni memprioritaskan tidur karena kurang tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, faktor risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini juga dapat meningkatkan peradangan dan stres serta menyebabkan pilihan makanan yang buruk, yang dapat memperburuk kesehatan jantung.
Para ahli turut menyarankan untuk memakan makanan yang menyehatkan jantung karena penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa diet yang kaya buah dan sayuran dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
Selain buah dan sayuran, juga bermanfaat untuk memprioritaskan biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan minyak nabati non-tropis. (*)