Beli Hak Siar FIFA Rp1,3 T, TVRI Bikin Gebrakan atau Boros Uang Negara?

Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) TVRI periode 2023-2028, Tubagus Fiki Chikara Satari. (NARAYA Media/ist)

Jakarta, NARAYA Media – Direktur Utama Televesi Republik Indonesia (TVRI) Fiki Satari memastikan pihaknya dapat hak siar FIFA sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dikutip dari rilis resmi di Jakarta, Sabtu (20/6), Fiki menjelaskan proses tersebut mencakup telaah kebutuhan, peninjauan dokumen pendukung, koordinasi dengan unit teknis, hukum, keuangan. Serta fungsi pengawasan terkait, hingga pengajuan dan pelaksanaan anggaran sesuai mekanisme negara.

“Proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara. Besaran yang dikeluarkan oleh negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA. TVRI memastikan setiap tahapan memperhatikan prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik,” jelas Fiki, kepada NARAYA Media.

Ketentuan Kerahasiaan

Mengenai perbandingan dengan negara lain, Fiki menyampaikan setiap negara memiliki struktur hak siar, jumlah turnamen, cakupan platform, dan paket distribusi yang berbeda.

Karena itu, perbandingan nilai hak siar antarnegara perlu menggunakan data resmi yang tervalidasi, termasuk melalui konfirmasi kepada FIFA atau pihak yang berwenang.

“Kami memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik selalu memperhatikan batasan informasi kontraktual. Rincian kontrak kerja sama dengan FIFA terikat dengan ketentuan kerahasiaan dalam perjanjian,” tukas Fiki.

Fiki mengatakan TVRI menghargai berbagai masukan yang berkembang dan memandangnya sebagai bentuk kepedulian publik agar masyarakat dapat memperoleh akses siaran yang luas, resmi, dan berkualitas. “Kami berharap, siaran Piala Dunia 2026 ini dapat dinikmati dan memberikan kegembiraan bagi masyarakat,” kata Fiki. (*)

Share This Article

Related Posts