Jakarta, NARAYA Media – Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung memastikan pecahnya kaca di Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7), diduga bukan disebabkan oleh aksi teror.
Menurutnya, suhu panas di luar gedung dan suhu dingin dari pendingin ruangan di dalam diduga memicu pemuaian pada kaca hingga akhirnya pecah. Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
“Pecahan kaca di gedung BGN diduga karena di luar suhu panas dan di dalam menggunakan AC sehingga terjadi pemuaian yang mengakibatkan kaca pecah,” kata Reynold, Kamis (9/7).
Ia menyatakan kaca yang pecah akan segera diganti oleh pihak pengelola gedung. Polisi juga memastikan situasi di lokasi aman dan terkendali.
Sering Pecah
Keterangan ini sejalan dengan penjelasan pihak pengelola gedung. Perwakilan manajamen gedung, Martin, mengungkap bahwa kejadian kaca pecah bukan kali pertama terjadi.
Ia menyebut insiden serupa terjadi secara berkala. “Satu sampai dua tahun sekali pasti ada kaca pecah. Lantai 5, 6, 7, 8 pernah pecah dan itu kita ganti. Bukan karena teror,” bantah Martin.
Sementara Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, memastikan hanya satu kaca yang pecah. Tidak ada korban dalam insiden tersebut. “Tidak ada korban. Aman,” tambahnya.
Reynold menegaskan, hingga kini polisi belum menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan maupun aksi teror. (*)