Jakarta, NARAYAMedia.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (12/10) pagi. Mata uang Garuda naik 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp17.894 per dolar AS, dari yang sebelumnya berada di level Rp17.899 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara (BWS), Rully Nova, memperkirakan rupiah bergerak stabil di kisaran Rp17.870 hingga Rp17.900 per dolar AS. Tren positif ini, seperti dikutip NARAYAMedia.com, utamanya dipicu oleh penurunan harga minyak mentah dunia dan melemahnya indeks dolar AS.
Harga minyak Brent melemah 0,91 persen ke posisi 103,95 dolar AS per barel, sementara indeks dolar AS turun ke level 102,2. Penurunan harga minyak ini dipengaruhi oleh rencana Rusia yang siap kembali menyalurkan pasokan solar hingga 3 juta ton per bulan ke pasar global usai pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump.
Dari dalam negeri, langkah Bank Indonesia (BI) menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut menjaga stabilitas rupiah. Lelang tersebut berhasil menyerap dana sebesar Rp30 triliun dengan imbal hasil (yield) yang cenderung menurun untuk seluruh tenor.
Meski demikian, penguatan rupiah masih tertahan oleh sikap hati-hati para pelaku pasar. Investor saat ini masih terus memantau perkembangan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) serta penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra. (Ayu/magang)