Jakarta, NARAYA Media – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan akan memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dibebaskan dari penjara Israel pulang ke Indonesia dengan selamat.
Kesembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 itu telah keluar dari Israel. Mereka tiba di Istanbul, Turkiye, Kamis (21/5) waktu setempat, jelang kepulangan mereka ke tanah air.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar,” kata Sugiono dalam pernyataan via X @menlu_ri, yang dipantau Jumat (22/5). “Sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” tambahnya.
Ia menegaskan kembali kecaman keras terhadap tindakan personel Zionis yang melakukan tindakan kekerasan kepada para WNI yang mereka culik saat menyergap kapal mereka dalam konvoi pelayaran GSF 2.0 awal pekan ini. “Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” katanya.
Proses Testimoni
Penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan seperti kesembilan WNI itu, ucap Sugiono, merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Serta merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Diketahui, seluruh relawan GSF dari berbagai negara dikonfirmasi telah dibebaskan dari penjara di Israel. Mereka telah dideportasi dan diterbangkan keluar dari wilayah Israel menuju Turkiye.
Setelah tiba di Istanbul, kesembilan WNI peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut akan menjalani serangkaian proses pemeriksaan lanjutan terlebih dahulu sebelum dapat terbang pulang ke tanah air.
“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye,” jelas Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama.
Kesembilan WNI itu ternyata tak luput dari kekerasan fisik yang dilakukan personel Zionis Israel. Menurut Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono usai menyambut ketibaan para WNI, mereka mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum saat ditahan. (*)