Penajam Paser Utara, NARAYA Media – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, direncanakan secara terperinci.
“Pembangunan IKN direncanakan secara terperinci, terukur, dan dikendalikan secara konsisten,” kata Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, Kamis (14/5), saat ditanya menyangkut proses pembangunan calon ibu kota Indonesia di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Pembangunan IKN tak dilakukan secara asal bangun. Menurutnya, seluruh proses dirancang berlapis. Mulai dari rencana induk, peraturan presiden, rencana detail tata ruang (RDTR), hingga pengembangan kawasan yang dikendalikan dengan target terukur.
Pembangunan tahap awal dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum. Kemudian, dilanjutkan Otorita IKN dengan melibatkan kementerian, perguruan tinggi, swasta nasional dan asing, hingga masyarakat sekitar kawasan.
“Kolaborasi lintas sektor dilakukan agar pembangunan IKN dapat berjalan sesuai target waktu dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah. Prinsip bangunan hijau, gedung cerdas, infrastruktur terintegrasi, hingga pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dijalankan,” jelasnya.
115 Paket Konstruksi
IKN juga dirancang sebagai kawasan modern yang mengedepankan efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan. Serta teknologi digital dalam pelayanan publik, selain menjadi pusat pemerintahan negara Indonesia.
Kemudian, IKN diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diharapkan mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antara Indonesia barat dan timur sekaligus mengurangi beban Jakarta. “Konsep pembangunan IKN juga disiapkan dengan pendekatan kota masa depan,” katanya.
Pembangunan IKN masuk tahap krusial dengan sebanyak 115 paket konstruksi berjalan bersamaan di kawasan inti pemerintahan. Meliputi pembangunan infrastruktur utama hingga fasilitas pendukung guna mempercepat terwujudnya ibu kota baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara, lanjut Danis, proyek pendukung, antara lain seperti jalan tol, bendungan, jaringan energi, telekomunikasi, hingga sistem air minum terus dipercepat untuk menopang IKN. (*)