Jakarta, NARAYAMedia.com – Suhu udara di sekitar daerah Jakarta terasa panas menyengat akhir-akhir ini. Terutama di siang hari hingga membuat aktivitas di luar ruangan terasa tidak nyaman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi terik ini dipicu oleh kombinasi puncak musim kemarau dan minimnya awan. Serta paparan sinar radiasi matahari yang maksimal.
Selain kondisi kemarau, fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat kuat juga memicu penurunan intensitas hujan secara drastis sehingga udara menjadi sangat kering.
​”Bukan karena gelombang panas seperti yang sering terjadi di negara subtropis. Makanya, banyak orang merasa siang hari sekarang ‘pedes’ banget di kulit walau termometer mungkin hanya menunjukkan 33-35°C,” kata Sekretaris Utama BMKG Guswanto, Rabu (14/10/2026) dikutip dari detikcom.
​BMKG juga menambahkan faktor lokal perkotaan yang memperparah rasa panas tersebut. Seperti fenomena urban heat island akibat maraknya aspal, beton gedung, dan minimnya area vegetasi hijau.
Kondisi infrastruktur kota besar tersebut membuat panas matahari tersimpan lebih lama di permukaan, sehingga udara malam hari di Jakarta pun kerap terasa tetap gerah. (Ayu/Internship)