Jangan Tunggu Sakit! Kenali 5 Tanda Gusi Lagi Minta Tolong

Ilustrasi gigi sakit. (NARAYA Media/ Dok. Shutterstock)

Jakarta, NARAYA Media – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengingatkan masyarakat agar tak mengabaikan kesehatan gusi. Sebab, penyakit pada jaringan pendukung gigi itu menjadi salah satu masalah kesehatan mulut yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Ketua Pengurus Besar PDGI drg. Usman Sumantri, MSc., saat diskusi tentang kesehatan rongga mulut di Jakarta, Jumat (5/6), mengatakan perhatian masyarakat selama ini lebih banyak tertuju pada kondisi gigi, sementara kesehatan gusi sering kali terlewatkan.

Saat ini penyakit periodontal atau penyakit yang menyerang jaringan pendukung gigi saat ini menempati urutan kedua masalah kesehatan mulut setelah karies atau gigi berlubang.

“Data-data menunjukkan periodontal, jaringan periodontal, periodontitis, periodontal disease itu sudah menempati angka nomor dua setelah karies,” katanya, dikutip dari Antara.

Faktor Pemicu

Usman menambahkan peradangan yang terjadi akibat penyakit gusi dapat menjadi faktor yang memicu infeksi maupun gangguan kesehatan pada organ tubuh lainnya. “Jadi, nanti itu menjadi faktor inflamasi untuk terjadinya infeksi di penyakit-penyakit organ-organ tubuh kita,” jelasnya.

PDGI menilai peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gusi perlu terus dilakukan melalui edukasi yang mudah dipahami, akses pemeriksaan yang lebih luas, serta penerapan kebiasaan perawatan gigi dan gusi sejak dini.

Sebagai organisasi profesi dokter gigi, PDGI mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dapat membantu masyarakat memahami kondisi kesehatan gusinya.

“Kami percaya bahwa peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gusi sehat, pemeliharaan kesehatan yang berkelanjutan melalui edukasi yang mudah dipahami, akses pemeriksaan yang lebih luas, serta kebiasaan perawatan gigi dan gusi yang tepat sejak dini,” kata Usman.

Dia berharap program edukasi gigi dan mulut dapat memperkuat literasi kesehatan gigi dan mulut di masyarakat sekaligus membantu menekan beban masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. (*)

Share This Article

Related Posts