Washington, D.C. NARAYAMedia.com — Perempuan Indonesia Maju (PIM) USA, organisasi nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan bersifat nonpolitik, resmi diperkenalkan kepada publik dalam acara peluncuran yang berlangsung di University of the District of Columbia (UDC) Farmers Market, Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (10/10).
Acara diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Hari Batik Nasional 2026. Event tersebut dihadiri ratusan diaspora Indonesia dan masyarakat lokal Amerika Serikat, serta sejumlah tokoh komunitas yang turut memeriahkan perayaan dengan mengenakan busana batik.
Peluncuran PIM USA menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus menghadirkan wadah bagi perempuan Indonesia di Amerika Serikat untuk berkembang, membangun jejaring, berkolaborasi, dan berkontribusi di tingkat global.
Membangun Perempuan Berdaya dan Berdampak
Sebagai Vice President PIM USA, Imelda menegaskan bahwa prioritas utama organisasi pada tahun pertama adalah membangun fondasi yang kuat agar PIM USA dapat berkembang menjadi organisasi yang aktif, solid, dan memberikan manfaat nyata.
“Target kami adalah membangun organisasi yang solid, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan Indonesia di Amerika Serikat,” ujar Imelda, yang juga dikenal sebagai aktris dalam film Matadewa, Pariban: Idola dari Tanah Jawa, dan Buen (Way Back Home).
Imelda, yang saat ini tengah menggarap proyek film 9 Aku, Love Heals bersama Acha Septriasa, menjelaskan bahwa PIM USA akan berfokus pada pengembangan kepemimpinan, webinar dan podcast edukatif, jejaring profesional dan bisnis, pelestarian budaya Indonesia dan kemitraan strategis.

Selain itu, PIM USA berupaya memperluas akses perempuan terhadap informasi, pengetahuan, peluang kolaborasi, dan dukungan yang relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun kemanusiaan.
“Bagi kami, organisasi bukan sekadar tempat untuk berkumpul, tetapi ruang untuk bertumbuh, berkarya, saling mendukung, dan menciptakan dampak nyata,” tambah Imelda, yang masuk nominasi Best Supporting Actress untuk perannya dalam film Buen di AIFFA (Asean International Film Festival & Awards) 2025.
Senada dengan hal tersebut, Presiden PIM USA, Gabriella (Gaby) Hasnan, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota atau besarnya acara, melainkan dari peluang yang tercipta dan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh perempuan serta komunitas yang dilayani.
Diplomasi Budaya dan Kolaborasi Diaspora
Peluncuran PIM USA juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui peragaan busana batik, pertunjukan musik, tari tradisional, angklung, kolintang, dan berbagai kesenian daerah, acara ini memadukan semangat pemberdayaan perempuan dengan pelestarian warisan budaya bangsa.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan dan kehadiran Duta Besar Republik Indonesia untuk AS, Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, yang juga merupakan Dewan Pembina PIM USA, beserta Ibu Nining Sri Astuti selaku Dewan Pelindung PIM USA. Kehadiran dan dukungan beliau berdua memberikan makna penting bagi peluncuran organisasi ini sekaligus perayaan Hari Batik Nasional,” ujar Imelda.
Acara ini turut dihadiri perwakilan DPD Sulawesi Utara, Shirley Malinton dari Tennessee, Rey Wowor dari Florida, Maria Pudesa dari Philadelphia, serta berbagai komunitas seni dan budaya Indonesia.

Sejumlah kelompok seni yang berpartisipasi antara lain Santi Budaya, House of Angklung, The Fasung Kolintang, Afose, Bali Jegeg, Spotlight Academy, dan Irene for the Line Dancing. Acara ini juga didukung oleh para vendor. Termasuk Batik Chic, Warna Sepadan, dan Dompet Dhuafa.
Partisipasi berbagai komunitas dan pelaku usaha dari beragam wilayah tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan kecintaan diaspora Indonesia terhadap budaya tanah air.
Dari Jakarta Menuju Panggung Global
Sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik di Amerika Serikat, kepengurusan PIM USA telah dikukuhkan oleh Ketua Umum PIM Pusat, Lana T. Koentjoro, di Sekretariat DPP PIM, Jakarta, pada 26 Mei 2026.
Perjalanan dari Jakarta menuju Washington, D.C., menandai langkah PIM untuk memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan Indonesia melalui sinergi lintas negara dan kolaborasi internasional.
Ke depan, PIM USA berkomitmen untuk terus mengembangkan program di bidang sosial, budaya, pendidikan, kepemimpinan, dan ekonomi, sekaligus mendorong kemandirian serta meningkatkan kapasitas perempuan Indonesia agar mampu mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat global.
Lebih dari sekadar organisasi, PIM USA diharapkan menjadi ruang bagi perempuan Indonesia untuk saling menguatkan, membuka peluang, memperluas jejaring, dan mengembangkan potensi diri, sembari membawa kekayaan budaya serta nilai-nilai luhur Indonesia ke panggung dunia. (*)