KJMU ‘Naik Kelas’ di 2026: Pramono Siapkan Beasiswa hingga S3-Kuliah LN

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). (Naraya Media/Dok. Journo Liberta)

JAKARTA, Naraya Media – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya akan melakukan revolusi pendidikan di Jakarta melalui perluasan cakupan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Bukan sekadar bantuan biaya kuliah jenjang sarjana (S1), di tahun 2026 program ini direncanakan akan bertransformasi menjadi skema beasiswa yang lebih luas, mencakup jenjang Magister (S2), Doktoral (S3), hingga kesempatan studi ke luar negeri.

Terobosan ‘LPDP Versi Jakarta’

Dalam keterangannya, Pramono mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan KJMU memiliki standar kualitas yang serupa dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) milik pemerintah pusat.

“Saya mendorong agar warga Jakarta memiliki kesempatan belajar hingga jenjang S3 yang dijamin sepenuhnya oleh pemerintah DKI, selama mahasiswa tersebut mampu mempertahankan prestasi akademik atau IPK yang baik,” ujar Pramono saat menyerahkan bantuan KJMU Tahap II di Balai Kota, Jakarta, belum lama ini.

Poin Utama Perluasan KJMU 2026:

  • Jenjang Pendidikan Tinggi: Tidak lagi terbatas pada S1, KJMU akan membiayai mahasiswa terpilih untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 hingga S3 demi mencetak pakar-pakar baru asal Jakarta.
  • Go International: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan sekitar 100 hingga 200 mahasiswa berprestasi untuk mendapatkan beasiswa kuliah di universitas ternama di luar negeri.
  • Peningkatan Kuota: Target penerima manfaat direncanakan meningkat dari kisaran 15.000–16.000 menjadi 20.000 mahasiswa.
  • Sistem Pendaftaran Sekali: Untuk mempermudah administrasi, mekanisme pendaftaran akan diubah menjadi cukup satu kali daftar hingga lulus, guna menghindari hambatan birokrasi tahunan bagi mahasiswa.

Memutus Rantai Kemiskinan

Langkah berani ini diambil sebagai strategi utama memutus rantai ketidakberuntungan bagi keluarga kurang mampu di Jakarta. Meski kondisi APBD 2026 diprediksi mengalami tantangan efisiensi, Pramono menjamin bahwa anggaran pendidikan untuk KJMU dan KJP Plus tidak akan dikurangi sepeser pun.

Sebagai imbal balik, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa internasional diwajibkan untuk kembali ke Jakarta setelah lulus demi berkontribusi langsung pada pembangunan kota. Dengan penguatan SDM ini, Gubernur optimis Jakarta dapat segera sejajar dengan jajaran Top 50 Global Cities dunia. (*)

Share This Article

Related Posts