Kontroversi Program Kompor Listrik Bahlil: Sedot Rp815 M !

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek pangkalan LPG 3 kg di Jakarta. (NARAYA Media/Dok. Jawapos)

Jakarta, NARAYA Media – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk mendukung program kompor listrik. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Bahlil menjelaskan transformasi energi yang didorong pemerintah tidak hanya berfokus pada penggunaan LPG. Namun, mencakup pemanfaatan sumber energi seperti kompor listrik dan compressed natural gas (CNG). 

“Energi yang kami dorong ke depan tidak hanya tentang LPG. Tetapi, kompor listrik, CNG, dan macam-macam. Yang kami buat itu (kompor listrik) sebesar Rp815,56 miliar,” kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI dikutip NARAYA Media, Rabu (17/6).

Selain mengusulkan anggaran, Bahlil juga meminta Komisi XII DPR RI untuk memetakan wilayah yang membutuhkan program kompor listrik. 

“Supaya bisa kita melakukan kerja sama dan sinkronisasi,” ucap Bahlil. (*) 

Share This Article

Related Posts