Kurang Minum? Waspada RI Masuk Wilayah ‘Stone Belt’!

ILUSTRASI - Bahaya batu ginjal. (NARAYA Media/ ist)

Jakarta, NARAYAMedia.com – Spesialis urologi, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU., mengatakan Indonesia masuk dalam kawasan “stone belt of the world”, atau wilayah dengan persentase penderita batu ginjal dan saluran kemih yang tergolong tinggi.

“Artinya Indonesia ini paling banyak penduduknya yang menderita batu di ginjal dan saluran kencing,” ujar dr Boyke pada Rabu (26/8).

Menurutnya, tingginya kasus batu ginjal di Indonesia dipengaruhi kondisi cuaca yang panas dan lembap, sehingga tubuh lebih mudah kekurangan cairan. 

Selain itu, kandungan endapan pada air minum di sejumlah wilayah juga disebut turut berpengaruh. Kebiasaan sehari-hari juga menjadi faktor. Seperti kurang minum air putih, pola makan tidak teratur, hingga sering mengonsumsi gorengan dan camilan kacang-kacangan.

Ia menjelaskan, sisa makanan yang disaring ginjal dapat membentuk kristal. Jika kristal tersebut terus menumpuk akibat kurang minum dan minim aktivitas fisik, lama-kelamaan dapat berubah menjadi batu. (*)

Share This Article

Related Posts