Jakarta, NARAYAMedia.com – Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) resmi memperluas jejaring pemberdayaan perempuan hingga ke mancanegara melalui deklarasi Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri (DPLN) PIM Amerika Serikat.
Acara deklarasi ini berlangsung di Kampus University of the District of Columbia, Washington, DC. Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, menyampaikan bahwa kehadiran PIM di AS merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi perempuan Indonesia di tingkat global sekaligus mempererat hubungan diaspora dengan tanah air.
“Kehadiran PIM di Amerika Serikat diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan kapasitas, memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, serta melestarikan budaya bangsa di tengah masyarakat internasional,” ujar Lana dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-generasi agar perempuan Indonesia tetap berkontribusi tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.
Kepemimpinan dan Jangkauan Wilayah
Deklarasi ini menandai dimulainya kiprah PIM AS yang dipimpin oleh Gabriella Hasnan sebagai Ketua DPLN dan Imelda Budiman sebagai Wakil Ketua.
Berbasis di area Washington, DC, Maryland, dan Virginia, PIM USA juga mulai mengepakkan sayapnya ke berbagai wilayah lain. Seperti California, Nevada, Colorado, Florida, hingga New York.
Ketua DPLN PIM USA, Gabriella Hasnan, menjelaskan bahwa organisasi ini mengusung pilar pemberdayaan perempuan, pendidikan, kepemimpinan, pelestarian budaya, serta kegiatan sosial. PIM USA berkomitmen menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh perempuan diaspora untuk berpartisipasi dan berkarya.
“Keluarga menjadi titik awal untuk menumbuhkan generasi Indonesia yang cerdas, tangkas, bernurani, bertanggung jawab, dan tetap mencintai tanah air, meskipun tumbuh jauh dari Indonesia,” ucap Gabriella.
Dukungan SDGs 2030
Sebagai organisasi komunitas nirlaba dan nonpartisan, PIM USA menempatkan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan koordinasi sebagai landasan utama operasionalnya. Program-program PIM USA juga dirancang untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030. Khususnya pada sektor pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender.
Adapun, implementasi program akan diwujudkan melalui pendampingan perempuan muda, penguatan literasi digital, pendidikan keluarga, dan penguatan kolaborasi antargenerasi.
Keberhasilan PIM USA diharapkan tidak hanya diukur dari kuantitas acara yang digelar, melainkan dari manfaat nyata bagi pemberdayaan perempuan, perkembangan anak, pelestarian budaya, serta penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan AS. (*)