Operasi Besar Pemberantasan Judol di Kamboja: Ratusan WNI Mengadu ke KBRI

Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh mendampingi 107 WNI yang ditangkap Kepolisian Kamboja terkait kasus penipuan daring (online scam) di Phnom Penh, Kamboja. (Naraya Media/Dok. KBRI Phnom Penh)

JAKARTA, Naraya Media – Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyampaikan ratusan WNI sudah melapor diri ke KBRI Phnom Penh dan mengajukan fasilitas deportasi usai keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) tempat mereka bekerja.

Disampaikan Dubes Santo, lonjakan itu adalah seiring dengan semakin intensifnya pemberantasan sindikat penipuan daring, sebagaimana instruksi Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, yang membuat para sindikat akhirnya melepas pekerjanya begitu saja.

“Selama dua hari terakhir, sudah terdapat 308 WNI yang melapor secara ‘walk-in’ ke KBRI setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring,” kata Dubes Santo dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram KBRI Phnom Penh, dipantau di Jakarta, Senin (19/1), seperti dikutip dari Antara.

KBRI Phnom Penh mencatat, periode Januari 2026, sudah ada 375 WNI melapor ke KBRI Phnom Penh setelah keluar dari sindikat penipuan daring. Sebanyak 243 WNI di antaranya datang hanya dalam kurun waktu dua hari pada 16-17 Januari.

Tergiur

Kemudian, pada 18 Januari, ada tambahan 65 WNI, dengan latar belakang yang sama, melapor ke KBRI Phnom Penh, kata dia. Dubes Santo mengatakan para WNI tersebut pada umumnya dalam kondisi aman dan sehat. Tapi, mereka memiliki permasalahan yang bervariasi.

“Ada yang pegang paspor, dan ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang statusnya ‘overstay’, dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja,” katanya.

Ada pula WNI yang “masih ingin coba-coba mencari pekerjaan lain di Kamboja”, katanya, walau sebagian lainnya ingin segera pulang ke Indonesia. Ia memastikan bahwa KBRI Phnom Penh akan menangani ratusan WNI itu sesuai prosedur standar yang telah diterapkan kepada ribuan WNI senasib yang sebelumnya ditangani.

KBRI Phnom Penh juga akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas setempat serta pihak-pihak lain di Kamboja. Begitu pula dengan pihak berwenang di Tanah Air, untuk mempercepat proses deportasi para WNI bermasalah. “Namun, seluruh WNI diarahkan untuk pulang ke tanah air secara mandiri,” katanya.

Dubes Santo mengingatkan agar para WNI taak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar dengan minim pengalaman, serta tidak melibatkan diri dalam kegiatan ilegal di negara asing, seperti sindikat penipuan daring. (*)

Share This Article

Related Posts