Jakarta, NARAYA Media – Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), Selasa, menyoroti meningkatnya kebutuhan kemanusiaan dan perlindungan bagi masyarakat setelah gempa bumi mengguncang Venezuela pekan lalu.
“Penilaian kebutuhan awal yang dilakukan langsung di lapangan di Venezuela menunjukkan lonjakan drastis kebutuhan kemanusiaan dan perlindungan dalam beberapa hari terakhir, seiring tim kami mengevaluasi dampak penuh dari gempa bumi dahsyat yang terjadi pekan lalu,” ujar Juru Bicara UNHCR Carlotta Wolf dalam konferensi pers mingguan, dikutip dari Antara.​​​​
Wolf mengatakan negara bagian La Guaira, wilayah yang terdampak paling parah, kini menghadapi kelangkaan pangan secara luas. Gangguan terhadap layanan dasar dan terputusnya konektivitas juga memperburuk kondisi masyarakat.
Ia menegaskan UNHCR segera bergerak untuk mendukung masyarakat terdampak dan melakukan penilaian kebutuhan secara cepat.
“Hasil awal menunjukkan 75 persen responden melaporkan adanya korban luka di komunitas mereka, sementara 56 persen melaporkan adanya korban meninggal dunia. Kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas menghadapi risiko yang lebih besar akibat keterbatasan mobilitas dan berkurangnya akses terhadap informasi digital,” jelasnya.
Wolf menambahkan, sebanyak 17 persen responden juga melaporkan keberadaan anak-anak tanpa pendamping atau yang terpisah dari keluarganya di lingkungan mereka.
Total Meninggal
Menurut dia, UNHCR kini meningkatkan penyaluran bantuan darurat dan layanan perlindungan. Termasuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan, membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan di lapangan. Serta mengerahkan tambahan bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Otoritas Venezuela hingga 29 Juni telah memastikan sebanyak 1.719 orang meninggal dunia, sedikitnya 5.034 orang mengalami luka-luka, dan 15.866 orang terdampak. Kerusakan infrastruktur juga sangat luas. Sebanyak 189 bangunan runtuh, sementara 666 bangunan lainnya mengalami kerusakan atau roboh sebagian,” kata Wolf.
Ia kembali menyerukan dukungan yang cepat dan fleksibel bagi masyarakat yang membutuhkan serta komunitas terdampak bencana.​​​​​​​
UNHCR memperkirakan membutuhkan dana sekitar 14,85 juta dolar AS (sekitar Rp266 miliar) untuk memperluas layanan perlindungan, penyediaan bantuan kebutuhan pokok, serta dukungan tempat penampungan sementara bagi 30 ribu korban gempa selama enam bulan ke depan.
Berdasarkan data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni dengan selang waktu hanya 39 detik.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, Negara Bagian Yaracuy. Sementara gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, yang juga berada di Negara Bagian Yaracuy. (*)