Polisi Antisipasi Pergeseran Jam Macet di Jakarta Selama Ramadan

Ilustrasi situasi Jalan Sudirman macet di sekitar Dukuh Atas akibat penutupan jalur yang mengarah ke Bundaran HI, di Jakarta. (Naraya Media/Dok. Antara)

JAKARTA, Naraya Media – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengantisipasi terjadinya pergeseran jam kemacetan serta kepadatan lalu lintas pada bulan Ramadhan, dibanding hari biasa di DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Mungkin pergerakan lalu lintas masyarakat itu untuk pagi hari di antara jam 09.00 WIB sampai 10.00 WIB,” kata Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Robby Hefados dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2), dikutip dari Antara.

Sedangkan untuk sore hari, dia menyebutkan, kemungkinan besar kepadatan lalu lintas terjadi pada pukul 14.00-15.00 WIB. “Kemungkinan besar masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa dengan keluarga,” tukas Robby.

Namun Kepolisian masih melakukan analisis dan prediksi dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan bekerja darimana saja(Work From Anywhere/WFA), termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang.

Sementara untuk titik keramaian lokasi takjil ataupun bazar Ramadhan, Kepolisian sudah memetakan lokasi. Salah satunya di Bendungan Hilir (Benhil). “Kita sudah petakan, itu di Benhil, biasanya di Benhil dan beberapa titik-titik lainnya, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Kita akan menempatkan personel lalu lintas di area-area takjil tersebut,” katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, usai diputuskan melalui Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2).

“Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Kamis,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memimpin konferensi pers keputusan hasil sidang Isbat.

Keputusan ini berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan lebih cepat satu hari atau jatuh pada Rabu (18/2). Perbedaan metode menjadi dasar perbedaan penetapan awal Ramadhan. (*)

Share This Article

Related Posts