JAKARTA, Narayamedia – Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mengungkap ada sejumlah luka pada jenazah Mohamad Ilham Pradipta/MIP (37), Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesias (BRI) di Jakarta, yang ditemukan tewas di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/8/2025).
“Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban. Lukanya di bagian dada dan leher akibat benda tumpul,” ujarKepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulih di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (22/8/2025).
Dia menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah itu, luka akibat benda tumpul tersebut menjadi salah satu penyebab kematiannya. “Betul (akibat benda tumpul). Perkiraan waktu meninggal belum bisa ditentukan,” kata Prima.
Dia juga belum bisa memastikan jumlah pembunuh yang terlibat dalam kematian jenazah pria asal Bogor itu. “Secara forensik, belum bisa ditentukan (indikasi pembunuh), hanya ditemukan akibat benda tumpul saja. Tidak bisa dipastikan apakah benda tumpul ini berasal dari satu orang atau berapa,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan pihaknya menerima jenazah korban dari pihak kepolisian pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 12.48 WIB. Pemeriksaan jenazah dilakukan mulai pukul 14.30 WIB. Pemeriksaan jenazah selesai dilakukan oleh tim forensik RS Polri Kramat Jati pukul 19.00 WIB. Lalu, jasad korban diserahkan ke keluarganya, Kamis (21/8/2025) pukul 19.41 WIB.
Seperti diketahui, sebelumnya, seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta berinisial MIP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Jenazah ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 05.30 WIB.
Seorang warga di area persawahan mengaku pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Sementara, mata terlilit lakban. Sementara, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap empat pria terduga penculik korban.
“Inisial AT, RS, RAH ditangkap di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat. Lalu, inisial RW ditangkap saat tiba di bandara NTT untuk melarikan diri,” jelas Kasubdit Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy di Jakarta, Kamis (21/8/2025) kemarin.
Sejauh ini, pihaknya belum dapat membeberkan kronologis penangkapan dan motif para pelaku. Namun, dipastikan keempat orang itu pelaku penculikan terhadap korban berinisial MIP. (*)