Trump Puji Jinping Pemimpin Hebat, Tanda Hubungan AS-China Kembali Mesra?

Presiden China Xi Jinping sambut kehadiran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5).(NARAYA Media/Dok. Fox News)

Washington, NARAYA Media – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan China, Jumat (15/5), setelah melakukan pembicaraan selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan penting antara pemimpin dua ekonomi terbesar dunia.

Trump menaiki pesawat Air Force One di Bandara Internasional Beijing Capital usai menghadiri jamuan teh resmi dan makan siang pada hari terakhir pertemuannya, sebelum meninggalkan kompleks resmi kediaman Xi yang dikenal sebagai Zhongnanhai.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi melepas keberangkatan Trump di bandara. Dalam upacara pelepasan, para prajurit berdiri berbaris di depan Air Force One. Sementara para pelajar melambaikan bendera kedua negara.

Berbicara kepada wartawan saat duduk bersama Xi dalam jamuan teh, Trump memuji hubungannya dengan pemimpin China itu. Ia menyebut hubungan mereka “sangat kuat.”

Ia juga mengatakan keduanya sepakat tidak ingin Iran “memiliki senjata nuklir. Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka.”. “Kami ingin semuanya diakhiri karena situasinya gila di sana, agak gila. Itu tidak baik dan tidak boleh terjadi,” kata Trump, dikutip dari Antara.

Sempat Tertunda

Menyambut Trump, Xi menjelaskan makna historis Istana Zhongnanhai yang selama ini menjadi kediaman banyak pendahulunya. Ia juga mengenang sambutan Trump untuk dirinya di resor Mar-a-Lago di Florida pada 2017.

“Saya memilih tempat ini secara khusus untuk membalas keramahan yang pernah diberikan kepada saya,” kata Xi.

Kunjungan Trump ke China berlangsung di tengah konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz. Saat ini, gencatan senjata tanpa batas waktu sedang berlangsung.

China kembali menyerukan dialog di kawasan tersebut. Sementara Washington menuduh Beijing mendukung kemampuan militer dan ekonomi Iran.

Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5) malam waktu setempat untuk kunjungan yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret. Namun, tertunda akibat perang Iran.

Perjalanan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke China dalam sembilan tahun terakhir. Trump sebelumnya mengunjungi Beijing pada 2017 saat menjalani masa jabatan pertamanya. (*)

Share This Article

Related Posts