Update Kasus Siklosporiasis: 145 Orang Terinfeksi di 17 Negara Bagian AS

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC). (NARAYA Media/Dok. AP)

Los Angeles, NARAYA Media – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah melaporkan 145 kasus siklosporiasis yang didapatkan di dalam negeri di 17 negara bagian sejauh tahun ini, dan telah menyelidiki potensi klaster dan potensi sumber infeksi.

Menurut CDC AS, siklosporiasis disebabkan oleh beberapa spesies parasit mikroskopis Siklospora (Cyclospora), dan merupakan penyakit yang wajib dilaporkan secara nasional. Seseorang dapat terinfeksi penyakit ini melalui konsumsi makanan atau air minum yang mengandung parasit tersebut.

Ke-145 kasus yang telah dilaporkan tersebut melibatkan orang-orang yang jatuh sakit mulai 1 Mei hingga 16 Juni setelah tertular di AS. Dari 145 pasien dengan informasi yang tersedia, 20 di antaranya dirawat di rumah sakit, dan tidak ada laporan kematian, ungkap pemantauan terbaru CDC pada Rabu (1/7).

Bukti Wabah

Pasien-pasien tersebut jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan di AS. Juga melaporkan bahwa mereka tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam 14 hari sebelum timbulnya gejala penyakit.

CDC menyebutkan saat ini tidak ada bukti wabah Siklospora tunggal di beberapa negara bagian yang menghubungkan semua kasus tersebut. Sebaliknya, angka itu merepresentasikan hasil pemantauan nasional.

Musim siklosporiasis dianggap berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus, periode ketika jumlah kasus biasanya mengalami peningkatan, tutur badan kesehatan tersebut.

Orang yang terinfeksi Siklospora bisa saja mengalami gejala ataupun tidak. Siklospora menginfeksi usus halus dan biasanya menyebabkan diare cair dengan buang air besar yang sering dan terkadang “meledak,” tukas CDC.

Meskipun dapat berlangsung lama jika tidak diobati, secara umum, penyakit ini tidak mengancam nyawa. (*)

Share This Article

Related Posts