Demo vs Tamu Negara! Polda Metro Ancam Blokir Massa Demi Jalur Presiden Jerman

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Jerman Elke Büdenbender disambut Menkes Budi G .Sadikin saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/6/2026) dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Indonesia. (NARAYA Media/Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, NARAYA Media – Polda Metro Jaya memberikan perhatian khusus atas sterilisasi jalur lintasan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta, Senin (15/6), yang bersamaan dengan pengamanan sejumlah aksi unjuk rasa di ibu kota.

​Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan seluruh personel yang bertugas wajib memastikan jalur VIP bagi tamu negara itu etap aman dan kondusif.

​”Pastikan jalur VIP Presiden Jerman steril dan terkendali,” kata Kapolda Metro Jaya dalam sambutan yang dibacakan Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamobvit) Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio saat apel pasukan pengamanan di Jakarta, Senin (15/6).

​Asep menjelaskan, selain mengawal dan melayani hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa, Polri juga mengemban tugas negara mengamankan jalannya kunjungan resmi Presiden Jerman.

Area TVRI

​Sejumlah rute yang menjadi fokus perhatian pengamanan ketat meliputi kawasan Halim Perdanakusuma, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, hingga kawasan TVRI.

​Kapolda tegas meminta jajarannya mengantisipasi agar tidak ada massa aksi yang bergeser atau meluas hingga memasuki jalur lintasan tamu negara tersebut.

​”Sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP,” jelasnya.

​Kawasan TVRI menjadi salah satu titik yang mendapatkan atensi paling ketat dari aparat keamanan. Lokasi itu dinilai bersinggungan langsung dengan titik-titik rawan pergerakan massa unjuk rasa. “Kawasan TVRI menjadi atensi khusus karena bersinggungan langsung dengan titik rawan pergerakan massa,” tambahnya. (*)

Share This Article

Related Posts