Jakarta, NARAYA Media – Juru Bicara PDI-P, Guntur Romli, menanggapi ritual Tanah Gajah yang dilakukan Presiden ke-7 RI Jokowi saat kunjungan politik di Bandar Lampung, Sabtu (27/6). Dalam ritual, Jokowi menginjak kepala kerbau sebagai bagian dari prosesi penganugerahan gelar “Baginda Pemuka Bangsa”.
Guntur mempertanyakan makna di balik ritual tersebut. Menurutnya, aksi itu bisa dipandang sebagai bagian dari tradisi, bentuk kesombongan, atau simbolisasi tertentu dalam politik.
Banteng PDIP.
Ia juga menyinggung anggapan sebagian pendukung Jokowi yang mengaitkan kepala kerbau dalam ritual itu dengan lambang banteng milik PDIP.
“Pendukung Jokowi sedang berhalusinasi yang diinjak itu kepala banteng padahal kerbau,” katanya, seperti dikutip dari media lain.
Guntur menegaskan banteng merupakan satwa yang dilindungi sehingga tidak dapat dijadikan bagian dari ritual. Karena itu, ia menilai penyamaan kepala kerbau dengan banteng tidak tepat. (*)